Tinggi, Animo Warga Manfaatkan Layanan BPJS Kesehatan di Mal Pelayanan Publik Sukoharjo

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Senin, 19 Mei 2025 | 21:38 WIB
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta Debbie Nianta Musigiasari.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta Debbie Nianta Musigiasari.

Sukoharjo, SUARA PEMBARUAN — Layanan BPJS Kesehatan di Kabupaten Sukoharjo kini menjadi salah satu yang paling diminati masyarakat di Mal Pelayanan Publik (MPP).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta, Debbie Nianta Musigiasari, menyebutkan bahwa seluruh layanan BPJS telah dipindahkan (shifting) dari kantor kabupaten ke MPP dan saat ini dilayani melalui tiga loket aktif.

“Di MPP Sukoharjo ini, kami sudah tidak lagi memberikan layanan di kantor kabupaten. Semua layanan dilakukan di sini, dan jumlah warga yang datang cukup banyak, rata-rata 70-80 orang per hari,” ujar Debbie.

Antusiasme masyarakat terhadap layanan BPJS Kesehatan di MPP terus meningkat seiring bertambahnya jumlah loket dari satu menjadi tiga. Meski demikian, pihak BPJS tetap berupaya menjaga kualitas pelayanan agar setara dengan layanan di kantor cabang.

Puluhan warga memadati loket BPJS Kesehatan di Mall Pelayanan Publik Sukoharjo. (SP/Stefy Thenu )

Selain di MPP, BPJS Kesehatan juga menghadirkan layanan keliling untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses serta menyediakan layanan daring dan tatap muka bekerja sama dengan perangkat desa, kecamatan, dan puskesmas.

Dijelaskan, cakupan Universal Health Coverage (UHC) di wilayah kerja Cabang Surakarta telah mencapai hampir 99 persen. Namun, menurut Debbie, tantangan ke depan adalah meningkatkan partisipasi aktif peserta.

Saat ini, hanya Kota Surakarta yang telah mencapai target nasional 80 persen. Sementara itu, Kabupaten Sukoharjo baru mencapai 76 persen.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sukoharjo, Joko Purnomo, menambahkan bahwa BPJS Kesehatan menjadi instansi dengan kunjungan tertinggi di MPP.

"Sejak berdiri tahun 2022, BPJS Kesehatan terus menambah kapasitas. Pada 2024, seluruh layanan resmi dipindahkan ke MPP dan kini menempati tiga loket,” jelasnya.

Menurut Joko, rata-rata kunjungan ke MPP mencapai 2.000 orang per bulan. Dari 44 loket yang tersedia, 31 di antaranya digunakan oleh instansi pemerintah, dengan loket BPJS Kesehatan sebagai yang paling ramai, bahkan melampaui Samsat.

DPMPTSP Sukoharjo menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelayanan publik yang prima melalui fasilitas terpadu seperti MPP, demi kenyamanan dan kemudahan masyarakat dalam mengakses layanan.*

 

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

GMTD Perkuat Peran Kader Posyandu di Makassar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:47 WIB
X