Setelah Infak: Ketika Tangan Telah Melepas, Hati Jangan Ikut Melekat
Oleh: Bangun Lubis – Wartawan Muslim
Ada satu fase yang sering luput dari perhatian kita dalam bersedekah: bukan saat memberi, tetapi setelah memberi.
Banyak orang mampu berinfak. Namun tidak semua mampu menjaga hatinya setelah infak itu dilepaskan.
Allah mengingatkan dengan sangat lembut dalam Al-Qur’an:
> *“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima)...”(QS. Al-Baqarah: 264)
Ayat ini bukan melarang kita bersedekah. Justru sebaliknya, Allah sedang menjaga pahala kita agar tidak hangus oleh satu penyakit halus: merasa berjasa.
Baca Juga: Viral Nenek Bayar Utang Pakai Beras dan Gula, Warganet Tergerak Melunasi
Setelah infak, jangan ada kalimat yang melukai.
Jangan ada cerita yang diulang-ulang tentang kebaikan kita.
Jangan ada bisikan dalam hati, “Kalau bukan karena saya…”
Karena sesungguhnya, ketika kita memberi, kita bukan sedang menolong orang lain. Kita sedang menolong diri sendiri.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.” (HR. Bukhari dan Muslim)