Mencari Cinta Mu, Akan Kuraih

Photo Author
Bangun P Lubis, Suara Pembaruan
- Selasa, 23 April 2024 | 19:17 WIB
Berdoa untuk Meraih Cinta Mu. [ Suarapembaruan.News/suara ] Foto: Suara
Berdoa untuk Meraih Cinta Mu. [ Suarapembaruan.News/suara ] Foto: Suara

Orang yang belum mencintai Allah, belum sempurnalah keimanannya. Jika dia bisa mencintai makhlukNya, mengapa dia tidak mencintai Sang Khalik.  Itu disebabkan dirinya masih belum meyakini keberadaan Allah SWT sepenuhnya. Padahal Allah itu selalu mengawasinya, dan Allah itu dekat dengannya.

Allah berfirman : “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat…” (QS. Al-Baqarah : 186). Mencintai Allah adalah kehidupan bagi hati dan nutrisi bagi ruh. Tanpanya, hati tidak akan merasakan kelezatan, kenikmatan, kemenangan, dan bahkan kehidupan. Bila hati kehilangan cintanya kepada Allah, deritanya melebihi apapun yaitu penyesalan, kekosongan hati, dan jauh daripada kebenaran.

Cinta dalam Ketaatan

Biasakanlah untuk mencintai Allah dan menaati-Nya. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu dijinakkan dengan ketaatan. Sehingga tanpa ketaatan akan menjadi liar anggota badannya. Jika tidak terdapat kecintaan pada Allah dalam hati kita, maka tidak ada pula ketundukan padaNya.

Baca Juga: Moeldoko Minta Penerapan Perdagangan Karbon Harus Berjalan Optimal Sebelum Oktober 2024

Mencapai Derajat Tertinggi Dengan Mencintai Allah, cintailah Allah. Dan janganlah cintai Allah selain karenaNya. Maka keberkahan akan selalu datang menghampiri kita, dan Allah akan mencukupkan hati kita dengan apa yang telah kita miliki.

Dalam sebuah tulisan Ustadz Usman Hatim dan Firanda menguraikan bahwa Yahya Bin Mu’adz berkata : “Ampunan-Nya mencakup (menggugurkan) seluruh dosa, lalu bagaimana lagi dengan ridho-Nya?  Ridho-Nya begitu mendominasi seluruh cita-cita dan harapan, lantas bagaimana dengan kecintaan-Nya? Kecintaan-Nya begitu mengagumkan akal pikiran, lalu bagaimana dengan kasih sayang-Nya?

 Kasih sayangnya begitu melupakan segala yang selain-Nya. Kadar kecintaan dalam hati orang yang mencintai Allah adalah bertingkat-tingkat. Itulah sebabnya, Allah –subhanahu wa ta’ala- melukiskan betapa besarnya kecintaan orang-orang mukmin kepada-Nya dalam firman-Nya : “Orang-orang yang beriman sangat mendalam cintanya kepada Allah.”. (Qs Al-Baqarah : 165).

Baca Juga: SBI Raih Good Mining Practice Award Provinsi Jawa Tengah 2024

Cinta kepada Allah berarti Anda mengutamakan segala sesuatu yang disenangi Allah di atas dirimu, jiwamu dan harta bendamu, lalu ketaatanmu kepada Allah dalam kesendirian dan keramaian, kemudian kesadaran diri akan kelalaianmu dalam mencintai Allah.

Seharusnya secara totalitas mencintai Allah dengan mencurahkan jiwa dan raga serta pengembaraan hati dalam upaya mencari Sang Kekasih, dengan lisan yang selalu bergerak untuk menyebut nama-Nya. Rasulullah –shallallahu alaihi wa sallam- bersabda : “Aku memohon kepada-Mu agar dapat mencintai-Mu, mencintai orang-orang yang mencintai-Mu dan mencintai amal yang mendekatkan diriku untuk mencinta-Mu.” "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram."( Qs Ar-Ra'du : 28).(*).

Penulis: Bangun Lubis

 

 

Halaman:

Editor: Bangun P Lubis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ketika Adab Runtuh, Negeri Tinggal Nama

Sabtu, 3 Januari 2026 | 12:04 WIB

Allah Selalu Menjagamu Setiap Desah Nafasmu

Kamis, 18 September 2025 | 07:33 WIB

Allah Mencintai Hamba yang Terus Berbuat Baik

Rabu, 17 September 2025 | 07:46 WIB

Ketika Kesabaran Menjadi Jalan Hidayah

Jumat, 23 Mei 2025 | 15:07 WIB

Husniah Lepas 599 Jemaah Calon Haji Gowa

Jumat, 25 April 2025 | 13:46 WIB
X