Mencari Cinta Mu, Akan Kuraih

Photo Author
Bangun P Lubis, Suara Pembaruan
- Selasa, 23 April 2024 | 19:17 WIB
Berdoa untuk Meraih Cinta Mu. [ Suarapembaruan.News/suara ] Foto: Suara
Berdoa untuk Meraih Cinta Mu. [ Suarapembaruan.News/suara ] Foto: Suara

TIADA Cinta yang paling tinggi kecuali cinta Allah kepada hamba-Nya. Oleh karena itu pula adalah sebuah konsekwensi untuk mencintai Allah sebagai hamba yang diciptakannya.  Tidak akan sempurna tauhid (peng-Esaan) kepada Allah hingga seorang hamba mencintai Tuhannya secara sempurna.

Dalam sebuah Kajian di Masjid Al Furqon, Usntads Prof DR Yuwono pernah mengemukakan dalam sesi kajiannya Maret 2023, kecintaa tidak bisa didefinisikan dengan lebih jelas keculai dengan kata "kecintaan" itu sendiri.  

Baca Juga: Syawalan dan Bakda Kupat: Perayaan Kemenangan Kita

Tiada suatu apapun menurut hati yang bersih, sukma yang suci, pikiran yang jernih lebih indah, lebih nyaman, lebih lezat, lebih menyenangkan dan lebih nikmat dari pada kecintaan kepada Allah, perasaan tenteram damai di sisi-Nya dan kerinduan akan perjumpaan dengan-Nya.

Kecintaan kepada Allah adalah tujuan akhir yang merupakan derajat tertinggi. Setelah sudah menggapai kecintaannya kepada Allah, maka kita pun memperoleh buah dari kecintaannya tersebut. Yakni kerinduan, kenyamanan, dan ridho kepada Allah. Sebelum mencapai kecintaan kepada Allah, kita pun mesti melewati tingkatan sebelumnya yaitu taubat, sabar, zuhud, dan lainnya.

Yuk kita Mencapai Derajat Tertinggi Dengan Mencintai Allah. Cinta yang paling bermanfaat, yang paling penting, yang paling tinggi juga yang paling mulia, hanyalah kecintaan kepada Dzat yang menciptakan hati dan juga cinta. Dzat yang menjadikan kecintaan kepadaNya sebagai fitrah setiap makhlukNya. Itulah Ilah, Dzat yang dicenderungi oleh hati dengan kecintaan dan ketundukan. Dan tiada Ilah kecuali Allah. Allah dicintai secara sempurna.

Baca Juga: Paulus Waterpauw Bisa Maju Sebagai Cagub Provinsi Papua

Allah dicintai bukanlah sebab hal yang lain. Allah dicintai secara sempurna, yaitu segala yang ada padaNya. Segala sesuatu selainNya, hanyalah dicintai dalam rangka cinta kepada Allah. Kewajiban mencintai Allah telah ditunjukkan oleh seluruh kitab yang diturunkan, dan telah disampaikan pada setiap rasul yang diutus. Juga oleh fitrah akal manusia, hati, dan juga tabiat.

Seluruh hati manusia diciptakan dengan tabiat mencintai apapun yang dapat memberinya manfaat, nikmat serta bersikap baik kepadanya. Maka setiap manusia harusnya mencintai Allah, yang merupakan asal dari segala kebaikan. Setiap kebaikan yang dirasakan manusia, semuanya berasal dari Allah.  Allah berfirman : “Segala nikmat yang ada pada kalian berasal dari Allah, kemudian jika kalian ditimpa kemudharatan, kepadaNya lah kalian memohon pertolongan.” (QS. An-Nahl : 53).

Baca Juga: Paulus Waterpauw Bisa Maju Sebagai Cagub Provinsi Papua

Semua yang Allah berikan kepada hambaNya, itu semua menyeru kepadanya untuk mencintai Allah. Yakni menyeru hati untuk hanya mencintai dan beribadah kepadaNya. Kebaikan Allah terus-menerus turun kepada  hambaNya. Sementara hambaNya terus menerus berbuat berbuat dosa kepadaNya. Allah senantiasa mengusahakan agar kita mencintainya dengan terus memberikan kasih sayang dan cintanya kepada kita, meskipun Allah sama sekali tidak membutuhkan hal tersebut. Itu semua demi kebaikan hambaNya.

Tidak ada alasan yang membuat kita tidak mesti mencintaiNya. Allah mengasihi hambaNya tanpa pamrih. Allah mengabulkan doa-doa juga mengampuni kesalahan kita. Dalam hadits qudsi, Allah berfirman : “Siapa yang berdoa kepadaKu maka Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepadaKu akan Ku beri, Siapa yang memohon ampunan kepadaKu, maka Aku ampuni.” (HR. Muslim).

Baca Juga: Peleburan Nikel BMS di Luwu Mulai Berproduksi

Jika saja ada seseorang yang baik kepada kita, selalu memberikan kasih sayangnya pada kita dan selalu memaafkan kesalahan yang kita perbuat, sudah pasti kita akan mencintainya. Lalu, mengapa kita belum juga mencintai Allah dengan kecintaan yang sempurna, padahal Allah lah selalu memberikan kebaikan seumur hidup kita.  

Halaman:

Editor: Bangun P Lubis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ketika Adab Runtuh, Negeri Tinggal Nama

Sabtu, 3 Januari 2026 | 12:04 WIB

Allah Selalu Menjagamu Setiap Desah Nafasmu

Kamis, 18 September 2025 | 07:33 WIB

Allah Mencintai Hamba yang Terus Berbuat Baik

Rabu, 17 September 2025 | 07:46 WIB

Ketika Kesabaran Menjadi Jalan Hidayah

Jumat, 23 Mei 2025 | 15:07 WIB

Husniah Lepas 599 Jemaah Calon Haji Gowa

Jumat, 25 April 2025 | 13:46 WIB
X