Sebut Meghan Istri yang Buruk, Trump Mengaku Tak Akan Deportasi Pangeran Harry

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Selasa, 11 Februari 2025 | 21:57 WIB
Alasan Trump tidak mendeportasi Pangeran Harry dari AS karena Meghan Markle. (Kolase foto instagram.com/meghan.markle.official dan instagram.com/realdonaldtrump)
Alasan Trump tidak mendeportasi Pangeran Harry dari AS karena Meghan Markle. (Kolase foto instagram.com/meghan.markle.official dan instagram.com/realdonaldtrump)

SUARA PEMBARUAN - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memutuskan untuk tidak mendeportasi Pangeran Harry dari AS, meskipun masih ada gugatan hukum yang mempertanyakan status imigrasi Duke of Sussex.Baca Juga: Respon Paus Fransiskus Usai Dapat Lukisan Bunda Maria Berkebaya dari Megawati Soekarnoputri

Saat ini, status imigrasi Harry sedang dalam proses litigasi di Washington DC, dengan Heritage Foundation menuduh bahwa Harry mungkin telah menyembunyikan riwayat penggunaan obat-obatan terlarang, yang seharusnya bisa mendiskualifikasinya dari mendapatkan visa AS.

Namun, dalam wawancara dengan The New York Post pada Jumat 7 Februari 2025, Trump menegaskan bahwa dirinya tidak tertarik untuk mengambil tindakan terhadap Harry.Baca Juga: Kendalikan PMK, Kementerian Pertanian Salurkan 1,7 Juta Dosis Vaksin Untuk Jatim

"Saya tidak ingin melakukan itu," ujar Trump.

"Saya akan membiarkannya sendiri. Dia sudah cukup banyak mengalami masalah dengan istrinya (Meghan Markle). Istrinya sangat buruk," tambahnya.

Pernyataan ini muncul di tengah gugatan yang diajukan oleh Heritage Foundation terhadap Departemen Keamanan Dalam Negeri, yang mempertanyakan apakah Harry telah mengungkapkan penggunaan narkoba ilegalnya di masa lalu saat mengajukan visa.Baca Juga: Plt Gubernur Rosjonsyah Apresiasi Peningkatan Kinerja OPD Pemprov Bengkulu

Hubungan Tegang Trump dengan Harry dan Meghan

Pangeran Harry dan Meghan Markle, yang memiliki kewarganegaraan AS, dikenal sebagai pengkritik vokal Trump selama bertahun-tahun.

Meghan Markle pernah menyebut Trump sebagai sosok yang "memecah belah" dan "misoginis," sementara Trump menggambarkan Harry sebagai pria yang "menurut" pada istrinya.

"Saya pikir Harry yang malang sedang ditipu," ujar Trump.Baca Juga: Soal Penembakan 5 WNI, Kemlu Indonesia: Tak Ada Indikasi Penyelundupan

Dalam kesempatan yang sama, New York Post melaporkan bahwa Trump juga memuji kakak Harry, Pangeran William, dengan menyebutnya sebagai "seorang pemuda yang hebat."

Keduanya bertemu secara pribadi di Paris, Prancis, pada Desember 2024, saat pembukaan kembali Katedral Notre-Dame.

Pertemuan ini sangat kontras dengan hubungan tegang Trump dengan Harry dan Meghan.

Gugatan Heritage Foundation

Halaman:

Artikel Selanjutnya

Trump dan Perang Ukraina

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X