SUARA PEMBARUAN - Biduk 6 tahun rumah tangga Pangeran Harry dan Meghan Markle dikabarkan sedang tak baik-baik saja.Baca Juga: Andalan Hati Optimis Sengketa Pilgub Sulsel Tak Berlanjut ke Tahap Pembuktian
Beredar rumor jika Meghan Markle telah memiliki kesepakatan perceraian seiring rencana Pangeran Harry kembali ke Inggris.
Meghan Markle bahkan disebut telah bertemu dengan penerbit buku untuk rencana perilisan buku tentang kehidupan pasca perceraian.
Meghan Markle disebut akan mempertahankan gelar kerajaan meski cerai dengan Pangeran Harry
Mengutip dari Radar Online, orang dalam sekitar Meghan mengungkapkan kalau bintang Suit itu akan tetap mempertahankan gelar kebangsawanan Kerajaan Inggris.Baca Juga: KPU Kabupaten Tolikara Bantah Tuduhan Manipulasi, Bawaslu Sayangkan Suara 6 Distrik Dinyatakan Tidak Sah
“Meghan telah memperjelas bahwa jika mereka berpisah, dia akan menuntut penyelesaian yang besar dan kuat untuk mempertahankan gelar kerajaannya,” ujar orang dalam tersebut dalam artikel yang diunggah Radar Online pada Jumat, 31 Januari 2025.
“Dia tidak akan pergi ke mana pun kecuali dengan hak milik, properti, dan setumpuk uang yang banyak,” imbuhnya.
Klaim lainnya adalah jika kemungkinan perceraian tetap terjadi, Meghan akan membuat kesepakatan untuk melindungi dirinya.Baca Juga: Mentan Andi Amran Masuk Enam Besar Menteri Memuaskan era Prabowo - Gibran
Rumor buku Meghan Markle tentang kehidupan pasca cerai
Rumor lain menyebutkan kalau Meghan telah terlibat dalam diskusi dengan penerbit yang tidak disebutkan namanya untuk menjajaki minat terhadap potensi buku pasca-perceraian.
Meski Meghan tetap menikah dengan Harry, sumber tersebut menyatakan bahwa buku tersebut akan fokus pada hipotesis perpisahan mereka jika perpisahan itu terjadi.
Rencana pembuatan buku itu disebut-sebut karena Meghan ingin mengukur minat publik tentang proyek semacam itu.Baca Juga: Perjuangkan Makan Bergizi Gratis di Sekolah Sejak 2006, Prabowo: Anak Harus Cukup Makan!
Vanity Fair kemudian mengklarifikasi bahwa diskusi Meghan dengan penerbit bukanlah indikasi akan terjadinya perceraian.
Sebaliknya, pertemuan tersebut digambarkan sebagai eksplorasi kepentingan hipotesis dan tanpa tawaran resmi yang dibuat oleh penerbit.
Artikel Terkait
Angka Perceraian Tinggi di Jateng, BKOW Beri Pelatihan Pra Nikah Bagi Masyarakat
Provinsi Jambi Masih Sarat Masalah Sosial, Perceraian dan KDRT Cukup Tinggi
Tak Sesali Perceraian, Begini Cerita Paula Verhoeven yang Akui Baim Wong Sebagai Sosok Panutan dalam Hidupnya
Prof. Nasmilah Dikukuhkan Menjadi Guru Besar Unhas, Soroti Pentingnya Kemampuan Berbahasa Inggris di Kawasan ASEAN
Debut 8 Menit yang Berharga Bagi Bintang Garuda Marselino Ferdinan di Piala FA Inggris