Afghanistan Ingin Memiliki Hubungan Baik dengan Semua Negara

Photo Author
M Kiblat Said, Suara Pembaruan
- Senin, 3 Juni 2024 | 21:52 WIB
Menteri Pertahanan Afghanistan, Mullah Mohammad Yaqoob Mujahid menerima kunjungan JK di kantornya, Senin (3/6/2024). (Ist)
Menteri Pertahanan Afghanistan, Mullah Mohammad Yaqoob Mujahid menerima kunjungan JK di kantornya, Senin (3/6/2024). (Ist)

Yaqoob Senang Bertemu JK 

Kabul-Suarapembaruan.news. Menteri Pertahanan Afghanistan, Mullah Mohammad Yaqoob Mujahid menyebut, Afghanistan kini masih dipandang miring oleh dunia karena dipimpin Taliban. Namun sejatinya, Afghanistan saat ini ingin memiliki hubungan baik dengan semua negara, termasuk Amerika Serikat (AS) yang memeranginya.

Pernyataan itu disampaikan Yaqoob kepada tamunya, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) yang bertemu langsung di kantornya, Senin (3/6/2024). JK berada di Afghanistan dalam rangka lawatannya selama dua hari memenuhi undangan pemerintah Afghanistan dan Senin pagi JK bersama rombongan sempat menyambangi kantor Yaqoob.

Menteri Pertahanan Afghanistan itu merasa senang dengan kedatangan JK, keduanya berbicara panjang lebar mengenai banyak hal, termasuk membahas tentang pertempuran Afghanistan dengan Amerika Serikat (AS).

Sambutan Yaqoob yang sangat bersahabat itu mengesankan bagi JK, Wakil Presiden RI ke 10 dan 12 itu pun menyampaikan ucapan terima kasihnya dapat diterima dengan hangat di mana Yaqoob sendiri mengaku memang sudah menantikan pertemuannya dengan JK.
"Kami sangat senang mendengar bapak datang ke Afghanistan karena bapak orang yang sangat penting. Kami sangat menunggu kedatangan bapak," ucap Yaqoob.

"Kami berharap kedatangan bapak punya pengaruh yang sangat positif untuk hubungan Afghanistan dan Indonesia," imbuhnya.

JK lalu memberi respon penyataan Yaqoob. "Saya juga merasa senang bisa datang lagi ke Kabul. Saya sependapat hubungan Indonesia dengan Afghanistan sudah baik terjalin sejak lama sejak zaman Bung Karno," balas JK.

"Kita tentu sangat ingin bekerja bersama-sama, baik di bidang ekonomi, pendidikan, sosial sehingga hubungan itu menjadi hubungan untuk kemajuan bersama," imbuh JK.

Yaqoob mengatakan banyak poin menarik yang disampaikan JK. Dia mengingat ke belakang di mana AS campur tangan urusan internal negaranya sehingga menimbulkan peperangan.

Yaqoob bukan orang sembarangan. Dia merupakan putra sulung dari pendiri dan pemimpin pertama Taliban yaitu Mullah Omar.

"Di bidang politik, kami berharap Indonesia mendukung Afghanistan. Indonesia mempunyai anggota di UN dan tempat lain, tolong diangkat suara orang Afghanistan agar pemerintahan Afghanistan memiliki pemerintahan bebas yang tidak lagi dicampurtangani pihak lain," kata Yaqoob.

Afghanistan telah membuka diri dan siap bekerja sama dengan negara lain. Untuk itu Yaqoob berharap agar Afghanistan kini tidak lagi dipandang miring oleh dunia karena dipimpin Taliban. Afghanistan saat ini ingin memiliki hubungan baik dengan semua negara termasuk AS.

"Afghanistan ingin punya hubungan baik dengan seluruh dunia, bahkan dengan negara Barat dan Amerika Serikat serta khususnya negara muslim. Kami sudah janji sekarang tidak akan mengganggu negara-negara lain tapi propaganda masih terjadi seolah di sini ada ancaman padahal kami sudah tegaskan tidak ada ancaman kepada siapapun," kata Yaqoob.

"Amerika Serikat perang sama kami 20 tahun tapi kami siap punya hubungan politik dan lainnya dengan mereka," imbuh Yaqoob.

Halaman:

Editor: M Kiblat Said

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Rekomendasi

Terkini

X