Tak hanya itu, materi presentasi dan data penelitian yang ditampilkan juga diduga merupakan hasil rekayasa berbasis AI.
“Datanya palsu di-generate AI, gambar dan tulisannya juga,” ungkapnya.
Sorotan lain muncul terkait lembaga yang dicantumkan dalam artikel ilmiah kelompok tersebut. Dalam dokumen yang dibagikan Mandhara, tercantum nama AI-BioMedicine Research Group dan IMCDS-BioMed Research Foundation di Jakarta, selain afiliasi dengan Universitas Negeri Yogyakarta.
Mandhara menyebut Universitas Negeri Yogyakarta merupakan institusi resmi yang nyata, namun dua lembaga lainnya diduga tidak memiliki identitas yang jelas dan dicurigai sebagai lembaga fiktif.
Ia menduga penggunaan nama lembaga tersebut dilakukan agar proposal penelitian terlihat meyakinkan dan mempermudah memperoleh travel grant.
“Dengan cara ini, pelaku mendapatkan dana travel grant yang membuat mereka bisa keluar negeri secara gratis,” jelasnya.
Setelah isu tersebut viral di media sosial, Rifaldy Fajar akhirnya memberikan tanggapan melalui unggahan di akun Threads pribadinya.
Rifaldy menyatakan pihaknya masih menyusun penjelasan secara lengkap sebelum memberikan klarifikasi kepada publik.
“Kami akan klarifikasi satu per satu. Tapi mohon tunggu dulu karena kami perlu menyusun runtutannya,” tulisnya.
Ia juga menilai informasi yang beredar saat ini belum sepenuhnya sesuai dengan fakta.
“Kami menyayangkan karena hingga saat ini belum ada upaya tabayyun atau klarifikasi langsung kepada kami sebelum semuanya disebarkan secara luas ke publik,” katanya.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak penyelenggara konferensi maupun otoritas terkait mengenai dugaan pemalsuan riset tersebut. Namun polemik ini telah memicu diskusi luas mengenai etika akademik, penggunaan AI dalam dunia penelitian, serta pentingnya pengawasan terhadap validitas karya ilmiah di forum internasional.
Artikel Terkait
MIND ID Dorong Indonesia “Naik Kelas”, Target Tembus Pertumbuhan 8% Lewat Hilirisasi dan Riset
Riset Undip Didorong Jadi Solusi Nyata, Wakil Rektor: Kampus dan Media Sama-sama Menghadirkan Kebenaran
ICCN Buka Kolaborasi Riset, Ajak Akademisi Perkuat Data Kota Kreatif Indonesia
Keren! Dosen ITB Borong 2 Hibah Riset, Dari Kota Kreatif Dunia hingga Teknologi Pascapanen
UGM Kembangkan Tes Kognitif AJT untuk Perkuat Layanan Asesmen Psikologi Berbasis Riset