Keren! Dosen ITB Borong 2 Hibah Riset, Dari Kota Kreatif Dunia hingga Teknologi Pascapanen

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Minggu, 19 April 2026 | 14:17 WIB
 Executive Committee Indonesia Creative Cities Network (ICCN) yang juga Ketua Program Studi Magister Desain FSRD ITB atas nama Dr. Dwinita Larasati, S.Sn., M.A.,
Executive Committee Indonesia Creative Cities Network (ICCN) yang juga Ketua Program Studi Magister Desain FSRD ITB atas nama Dr. Dwinita Larasati, S.Sn., M.A.,


Bandung, SUARA PEMBARUAN - Kabar positif datang dari dunia akademik dan industri kreatif Indonesia. Dwinita Larasati, yang juga bagian dari Executive Committee Indonesia Creative Cities Network (ICCN) serta Ketua Program Studi Magister Desain FSRD ITB, berhasil meraih dua hibah riset bergengsi pada level internasional dan nasional.

Pada skema Riset Internasional ITB 2026, ia bersama tim lintas fakultas di Institut Teknologi Bandung (ITB) mendapatkan pendanaan riset bertajuk “Potensi Ekosistem Desain dalam Pengelolaan Jejaring Kota Desain UNESCO.” Penelitian ini melibatkan kolaborasi berbagai fakultas seperti FSRD, SAPPK, dan FTI, serta melibatkan mahasiswa jenjang magister hingga doktoral.

Riset tersebut juga menggandeng mitra global, termasuk UNESCO Creative Cities Network (UCCN) dan kota Queretaro yang telah berstatus UNESCO City of Design. Fokus utama penelitian ini adalah menggali potensi pengelolaan ekosistem ekonomi kreatif di tingkat lokal yang dapat mendorong percepatan pembangunan kota dan kabupaten kreatif.

Capaian ini dinilai sebagai pengakuan terhadap pentingnya desain dalam pembangunan kota, sekaligus memperkuat jejaring internasional dan pengelolaan inovasi berbasis pengetahuan. Hasil riset diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ekosistem desain di berbagai level, baik lokal maupun global.

Selain itu, Dwinita juga terlibat dalam riset lain melalui skema Program Prioritas dan Strategis – Ajakan Industri (multi year) yang merupakan kolaborasi antara ITB dan Surplus Indonesia. Penelitian ini mengangkat tema “Bio Nano AI Design for Postharvest.”

Riset tersebut mengusung pendekatan lintas disiplin yang memadukan desain, bioteknologi, nanoteknologi, kecerdasan buatan, serta penginderaan jauh. Tujuannya adalah meningkatkan nilai komoditas hasil pertanian setelah panen melalui inovasi teknologi yang aplikatif di sektor industri.

Kolaborasi ini menjadi contoh bagaimana riset akademik dapat terhubung langsung dengan kebutuhan dunia usaha dan masyarakat. Dengan capaian dua hibah ini, Dwinita Larasati semakin menegaskan perannya sebagai akademisi sekaligus penggerak ekosistem kreatif yang konsisten mendorong inovasi dan kolaborasi berkelanjutan.

Prestasi ini diharapkan mampu menginspirasi kalangan akademisi, pelaku industri kreatif, serta jejaring kota kreatif untuk terus mengembangkan riset yang relevan dan berdampak bagi masa depan.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

200 Mobil Tangki PMI Siap Hadapi Ancaman El Nino

Minggu, 21 Juni 2026 | 10:01 WIB
X