Bandung, SUARA PEMBARUAN - Kabar positif datang dari dunia akademik dan industri kreatif Indonesia. Dwinita Larasati, yang juga bagian dari Executive Committee Indonesia Creative Cities Network (ICCN) serta Ketua Program Studi Magister Desain FSRD ITB, berhasil meraih dua hibah riset bergengsi pada level internasional dan nasional.
Pada skema Riset Internasional ITB 2026, ia bersama tim lintas fakultas di Institut Teknologi Bandung (ITB) mendapatkan pendanaan riset bertajuk “Potensi Ekosistem Desain dalam Pengelolaan Jejaring Kota Desain UNESCO.” Penelitian ini melibatkan kolaborasi berbagai fakultas seperti FSRD, SAPPK, dan FTI, serta melibatkan mahasiswa jenjang magister hingga doktoral.
Riset tersebut juga menggandeng mitra global, termasuk UNESCO Creative Cities Network (UCCN) dan kota Queretaro yang telah berstatus UNESCO City of Design. Fokus utama penelitian ini adalah menggali potensi pengelolaan ekosistem ekonomi kreatif di tingkat lokal yang dapat mendorong percepatan pembangunan kota dan kabupaten kreatif.
Capaian ini dinilai sebagai pengakuan terhadap pentingnya desain dalam pembangunan kota, sekaligus memperkuat jejaring internasional dan pengelolaan inovasi berbasis pengetahuan. Hasil riset diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ekosistem desain di berbagai level, baik lokal maupun global.
Selain itu, Dwinita juga terlibat dalam riset lain melalui skema Program Prioritas dan Strategis – Ajakan Industri (multi year) yang merupakan kolaborasi antara ITB dan Surplus Indonesia. Penelitian ini mengangkat tema “Bio Nano AI Design for Postharvest.”
Riset tersebut mengusung pendekatan lintas disiplin yang memadukan desain, bioteknologi, nanoteknologi, kecerdasan buatan, serta penginderaan jauh. Tujuannya adalah meningkatkan nilai komoditas hasil pertanian setelah panen melalui inovasi teknologi yang aplikatif di sektor industri.
Kolaborasi ini menjadi contoh bagaimana riset akademik dapat terhubung langsung dengan kebutuhan dunia usaha dan masyarakat. Dengan capaian dua hibah ini, Dwinita Larasati semakin menegaskan perannya sebagai akademisi sekaligus penggerak ekosistem kreatif yang konsisten mendorong inovasi dan kolaborasi berkelanjutan.
Prestasi ini diharapkan mampu menginspirasi kalangan akademisi, pelaku industri kreatif, serta jejaring kota kreatif untuk terus mengembangkan riset yang relevan dan berdampak bagi masa depan.
Artikel Terkait
Promedia Group dan ICCN Berkolaborasi Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Nasional
ICCN Luncurkan E-Book “Retrospektif Kota Kreatif”, Rekam Jejak Inovasi Kota di Indonesia
ICCN Buka Open Call IP 2026, Kreator Diajak Kembangkan Karya ke Level Nasional
ICCN Buka Kolaborasi Riset, Ajak Akademisi Perkuat Data Kota Kreatif Indonesia
ICCN Soroti Polemik Jasa Kreatif, Dorong Regulasi Baru yang Lebih Adil dan Adaptif