Shaulov mengakhiri pidatonya dengan menyatakan bahwa jika publik ingin membicarakan kelaparan, maka yang patut disoroti adalah para sandera dan keluarga mereka yang hidup dalam penderitaan akibat kehilangan anak-anak mereka.
Pidato bernada ekstrem ini langsung menuai gelombang kritik dan kekhawatiran atas meningkatnya retorika kebencian yang menyasar warga sipil dalam konflik berkepanjangan di wilayah tersebut.
Artikel Terkait
DMI Kembali Bagikan Bantuan Pangan Darurat untuk Warga Gaza Utara
Pesan Paskah Terakhir Paus Fransiskus Sebelum Meninggal Dunia: Serukan Gencatan Senjata di Gaza
Israel Hapus Ucapan Duka untuk Paus Fransiskus: Ketegangan Tersembunyi di Balik Kritik terhadap Perang Gaza
Relokasi dan Riviera Gaza: Wacana Kontroversial Netanyahu-Trump Tuai Kritik Dunia
Warga Gaza Rebutan Mendapatkan Bantuan Air Bersih PMI