Pidato Kontroversial Rabi Populer Israel Serukan Gaza dan Anak-anaknya Dibiarkan Mati Kelaparan, Picu Kecaman Luas

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Minggu, 3 Agustus 2025 | 17:02 WIB
Seorang rabi atau ulama Yahudi di Israel, Rabbi Ronen Shaulov. (Instagram.com/@trtworld)
Seorang rabi atau ulama Yahudi di Israel, Rabbi Ronen Shaulov. (Instagram.com/@trtworld)

Jakarta, SUARA PEMBARUAN – Ucapan seorang rabi ternama di Israel, Rabbi Ronen Shaulov, menuai kecaman tajam setelah dirinya secara terbuka menyampaikan pernyataan kontroversial yang menyerukan agar seluruh penduduk Gaza, termasuk anak-anak, dibiarkan mati kelaparan.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidato publik yang terekam dan dibagikan oleh akun Instagram @trtworld pada Minggu, 3 Agustus 2025. Rekaman itu memperlihatkan Shaulov berbicara di hadapan banyak pendengar, menyampaikan retorika keras yang memantik perdebatan luas.

Shaulov bukan tokoh marginal; ia dikenal luas di kalangan masyarakat Israel sebagai seorang rabi berpengaruh dengan banyak pengikut. Karena itu, isi pidatonya menjadi sorotan serius publik dan media internasional.

"Seluruh Gaza, termasuk setiap anak di dalamnya, harus mati kelaparan," ucap Shaulov dalam pidatonya.

Pernyataan tersebut memicu kemarahan banyak pihak karena dianggap tidak manusiawi dan menyasar kelompok rentan seperti anak-anak yang tidak memiliki keterlibatan langsung dalam konflik Israel-Palestina.

Lebih lanjut, Shaulov menyayangkan adanya perbincangan di kalangan masyarakat Israel tentang anak-anak Gaza yang mengalami kelaparan. Ia menyebut hal tersebut sebagai sesuatu yang memalukan.

“Memalukan bahwa di negara kita ada yang membicarakan soal anak-anak kelaparan di Gaza,” katanya.

Shaulov juga mengaitkan pernyataannya dengan serangan pada 7 Oktober lalu, yang menjadi pemicu eskalasi konflik di kawasan. Ia menilai banyak orang telah melupakan tragedi yang dialami warga Israel pada hari tersebut.

Menurutnya, kondisi para sandera Israel di Gaza menjadi dasar dari seruan keras itu. Ia menuduh warga Gaza secara kolektif telah memperlakukan sandera secara tidak manusiawi.

“Para sandera disiksa, dibuat kelaparan. Mereka, yang kini membuat sandera kelaparan, dulu juga adalah anak-anak,” tambahnya.

Shaulov menolak anggapan bahwa masih ada warga Gaza yang benar-benar sipil dan tidak terlibat dalam kekerasan.

“Semua yang saya lihat dalam video adalah ‘warga sipil yang tidak terlibat’, tapi bukan dari Hamas? Saya tidak percaya itu,” tegasnya.

Ia juga menggambarkan kondisi tragis para sandera yang menurutnya ditempatkan dalam situasi yang mengerikan.

“Mayat dan para sandera yang masih hidup ditempatkan di dalam rumah. Mereka (warga Gaza) makan sementara para sandera kelaparan atau mati kelaparan,” ungkapnya.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X