Jejak Digital Bongkar Dendam Ayah Tiri di Balik Penculikan Tragis Alvaro

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Selasa, 25 November 2025 | 11:44 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto ungkap motif pelaku penculikan dan pembunuhan yang dilakukan ayah tiri Alvaro Kiano Nugroho. (Dok Polri)
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto ungkap motif pelaku penculikan dan pembunuhan yang dilakukan ayah tiri Alvaro Kiano Nugroho. (Dok Polri)

 

 

 


Jakarta, SUARA PEMBARUAN  – Polisi mengungkap motif di balik penculikan dan pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho (6) yang dilakukan ayah tirinya, Alex Iskandar. Aksi keji itu dipicu dendam pelaku terhadap istrinya, ibu kandung Alvaro, berdasarkan temuan rekam jejak digital komunikasi sebelum kejadian pada 6 Maret 2025.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan bahwa Alex memendam kemarahan panjang terhadap istrinya yang bekerja di luar negeri. Ia menduga sang istri menjalin hubungan dengan pria lain, sehingga emosi itu terus menumpuk.

“Motifnya berasal dari dorongan emosi yang terakumulasi. Diduga istrinya memiliki pria idaman lain,” ujar Budi dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (24/11/2025).

Akumulasi kemarahan tersebut menjadi pemicu tindakan penculikan yang akhirnya merenggut nyawa Alvaro. Polisi mendapati jejak komunikasi yang menunjukkan ledakan emosi dan niat buruk pelaku.

Budi menegaskan, rekam jejak digital berperan besar dalam mengurai motif kejahatan ini. Ponsel pelaku disita dan diperiksa secara forensik, termasuk riwayat pesannya dengan ibu korban.

“Terlapor bahkan menulis ‘gimana caranya gue balas dendam’. Kalimat itu muncul berulang dalam konteks kemarahan dan sakit hati,” kata Budi.

Dari pemeriksaan tersebut, penyidik menyimpulkan adanya indikasi kuat bahwa dendam tersebut diarahkan pada Alvaro.

Alex akhirnya mengakui seluruh perbuatannya. Ia menculik Alvaro dari sebuah masjid di kawasan Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, kemudian menghabisi nyawa bocah malang itu sebelum membuang jasadnya di wilayah Bogor.

Dalam pemeriksaan, pelaku mengaku tindakannya digerakkan oleh amarah yang terus menumpuk selama bertahun-tahun.

Hingga kini, Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan bersama Polda Metro Jaya masih memproses kasus tersebut. Polisi sedang menunggu hasil pencocokan DNA untuk memastikan identitas tulang belulang yang ditemukan di Bogor.

“Penyidikan terhadap pihak-pihak lain tetap berjalan. Kami dalami apakah ada yang turut membantu aksi penculikan hingga tewasnya AKN,” ujar Budi.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X