Pemuda Pelaku Penculikan dan Pelecehan Anak di Semarang Ditangkap, Sudah Beraksi Sejak 2024

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Jumat, 10 Oktober 2025 | 10:28 WIB
Pengacara Zaenal Abidin Petir bersama korban pelecehan.  (ist)
Pengacara Zaenal Abidin Petir bersama korban pelecehan. (ist)

 

 

Semarang, SUARA PEMBARUAN – Seorang pria berinisial FARW (22), warga Jalan Palir, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, ditangkap setelah terungkap melakukan penculikan dan dugaan pelecehan terhadap anak-anak sekolah dasar. Pelaku diketahui telah beberapa kali melakukan tindakan tak senonoh terhadap anak-anak sejak tahun 2024.Baca Juga: RSJD Dr. Amino Gondohutomo Raih Peringkat Pertama Nasional sebagai Rumah Sakit Khusus Berkomitmen dalam Layanan JKN

Pengacara korban, Zainal Petir, yang mendampingi pelaporan di Polrestabes Semarang, menyatakan bahwa perbuatan pelaku menimbulkan trauma berkepanjangan bagi para korbannya.

“FARW telah menciptakan luka psikologis serius bagi anak-anak korban. Hukuman maksimal harus diterapkan untuk pelaku,” tegasnya.

Zainal mengungkapkan bahwa penangkapan FARW menghentikan rangkaian aksi bejat yang telah berlangsung selama lebih dari setahun.Baca Juga: Kolaborasi untuk Sehat, Pemkab Demak Dorong Perusahaan Salurkan Dana CSR ke Program JKN

“Tindakan asusila oleh pelaku ternyata sudah dilakukan terhadap korban lain sejak 2024. Penyelidikan polisi masih berlangsung untuk mengungkap jumlah korban lainnya. Untungnya, pelaku berhasil ditangkap oleh pihak keluarga secara langsung sebelum bertambah banyak korban,” lanjut Zainal.


Peristiwa bermula pada Selasa, 7 Oktober 2025, ketika korban AKF (9), siswi kelas 2 SD, tidak kunjung pulang ke rumah pada pukul 14.30 WIB. Jarak rumah ke sekolah hanya sekitar 60 meter.Baca Juga: Suzuki Tekankan Persaingan Sehat, Bukan Perang Harga: Fokus pada Kualitas dan Layanan Jangka Panjang

Nenek korban, Kus (52), sempat mencari ke sekolah namun tidak menemukannya. Orang tua korban, Ati (39) dan suaminya M (43), langsung ikut mencari ke sekolah, memeriksa seluruh ruangan namun nihil hasil.

Melalui rekaman CCTV sekolah, terlihat AKF telah keluar dari area sekolah. Ati kemudian menyebarkan pesan ke grup WhatsApp orang tua murid untuk meminta bantuan informasi. Seorang wali murid mengabarkan melihat AKF dibonceng pria tak dikenal dengan sepeda motor matic tua (jenis Mio) di sekitar Jalan Palgunadi, sekitar 200 meter dari sekolah.Baca Juga: Percantik Kota, Pemkot Bengkulu Bangun Taman Tabot di Kawasan Benteng Marlborough

Sekitar pukul 18.00 WIB, paman korban, Dedi (32), melihat keponakannya bersama pelaku sedang berkendara di depan SMAN 14 Tanah Mas. Ia langsung mengejar dan menghadang motor pelaku di depan SMK Negeri 10 Jalan Kokrosono, hingga akhirnya pelaku tak bisa melarikan diri.Baca Juga: Langkah Maju dari Utara, Belajar BISINDO untuk Layanan Publik Inklusif bagi Konsumen Tuli

Saat ditanya, FARW berdalih bahwa ia hanya “rindu adik yang sudah meninggal”. Dedi segera menghubungi pihak keluarga dan membawa pelaku ke pos keamanan terdekat sembari menunggu polisi datang.

“Kalau tidak segera diamankan, pelaku bisa saja diamuk massa. Masyarakat sangat geram mengetahui anak SD hampir menjadi korban pelecehan,” kata Zainal.Baca Juga: Langkah Maju dari Utara, Belajar BISINDO untuk Layanan Publik Inklusif bagi Konsumen Tuli

Modus Pelaku

Setelah diselamatkan, korban mengaku pelaku menyamar sebagai mahasiswa yang sedang melakukan proyek tugas biologi dan meminta bantuan anak-anak SD untuk membuat video. Korban kemudian dibawa berkeliling ke beberapa lokasi seperti SMK Jateng, Jalan Hasanudin, Arteri Tanah Mas, dan kawasan Banjir Kanal.Baca Juga: TPID Bengkulu Perkuat Kendalikan Inflasi, Pastikan Harga Kebutuhan Pokok Terkendali

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X