Langkah Maju dari Utara, Belajar BISINDO untuk Layanan Publik Inklusif bagi Konsumen Tuli

Photo Author
M Kiblat Said, Suara Pembaruan
- Kamis, 9 Oktober 2025 | 20:20 WIB
Para peserta terdiri dari admin dan petugas SPBU di Kota Bitung mendapatkan pelatihan dasar bahasa isyarat serta pemahaman tentang budaya Tuli. Pelatihan ini difasilitasi oleh Komunitas KALEB. (Ist)
Para peserta terdiri dari admin dan petugas SPBU di Kota Bitung mendapatkan pelatihan dasar bahasa isyarat serta pemahaman tentang budaya Tuli. Pelatihan ini difasilitasi oleh Komunitas KALEB. (Ist)

BITUNG - SUARA PEMBARUAN - Belajar Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) untuk mewujudkan layanan publik inklusif bagi konsumen tuli sangat perlu dilakukan agar komunikasi dengan konsumen dapat terjalin dengan baik. Inisiatif ini muncul dari Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui unit operasinya, Integrated Terminal (IT) Bitung. Dalam rangka memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional 23 September,  IT Bitung menyelenggarakan kegiatan pelatihan bertajuk “Melayani Tanpa Batas: Pengenalan Budaya Tuli dan Pelatihan Bahasa Isyarat untuk Petugas SPBU” di Aula Kantor IT Bitung.

Di Indonesia, terdapat dua bahasa isyarat utama: Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) dan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO). SIBI adalah bahasa isyarat yang dikembangkan oleh orang dengar dengan meniru struktur Bahasa Indonesia lisan, sedangkan BISINDO adalah bahasa alami yang berkembang dari komunitas Tuli sendiri. 

Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Pertamina dalam menghadirkan layanan publik yang inklusif, setara, dan ramah bagi penyandang disabilitas. Hal ini sejalan dengan tema nasional tahun ini: “Tidak Ada Hak Asasi Manusia Tanpa Hak Bahasa Isyarat.” Dalam pelatihan tersebut, para peserta yang terdiri dari admin dan petugas SPBU di Kota Bitung mendapatkan pelatihan dasar bahasa isyarat serta pemahaman tentang budaya Tuli. Pelatihan ini difasilitasi oleh Komunitas KALEB (Komunitas Tuli Peduli Bitung).

“Ini bukan sekadar pelatihan teknis, tapi juga upaya membangun empati dan rasa hormat terhadap keberagaman kemampuan dalam masyarakat. Kami ingin semua konsumen, termasuk teman-teman Tuli, merasa aman dan dihargai saat mengakses layanan SPBU,” ujar Muhammad Dody Iswanto, IT Manager Bitung.

Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, T. Muhammad Rum, turut mengapresiasi semangat para peserta. Ia menekankan pentingnya pengembangan kegiatan serupa di berbagai wilayah. “Petugas SPBU adalah garda terdepan pelayanan Pertamina. Dengan pelatihan ini, kami berharap layanan inklusif bisa benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat, tidak hanya di Bitung, tapi juga di wilayah lain seperti Manado,” ujarnya.

Pelatihan berlangsung secara interaktif dan dibagi dalam tiga sesi utama: pengenalan budaya Tuli, pelatihan bahasa isyarat dasar, serta simulasi pelayanan konsumen disabilitas melalui metode roleplay. Suasana pelatihan semakin hangat dengan adanya ice breaking, permainan inklusif, dan hadiah bagi peserta paling aktif.

Elton, perwakilan dari Komunitas KALEB turut menyampaikan kebanggaan atas kesempatan berbagi ilmu dengan para peserta. “Teman-teman Tuli sangat senang bisa mengajarkan bahasa isyarat kepada masyarakat luas. Harapan kami, semakin banyak pelayan publik yang bisa berkomunikasi tanpa batas dengan komunitas Tuli,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Pertamina juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama:

* SDG 4 – Pendidikan Berkualitas, melalui pelatihan bagi tenaga layanan publik;
* SDG 10 – Berkurangnya Kesenjangan, dengan meningkatkan akses komunikasi bagi penyandang disabilitas; serta
* SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, lewat kolaborasi antara perusahaan dan komunitas lokal.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan pembuatan video dokumentasi sebagai simbol komitmen bersama untuk melayani tanpa batas. Pertamina percaya bahwa pelayanan terbaik tidak hanya diukur dari kecepatan dan efisiensi, tetapi juga dari kemampuan untuk melayani semua orang secara setara — tanpa terkecuali. (SP.news)

Editor: M Kiblat Said

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Rekomendasi

Terkini

X