Taiwan Mulai Berburu Herbal Indonesia, Sido Muncul Jadi Destinasi Utama

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:39 WIB
Delegasi Taiwan menjajaki pasokan herbal Indonesia ke Sido Muncul, membuka peluang kerja sama perdagangan, riset, budidaya, dan standardisasi. (SP/Stefy Thenu)
Delegasi Taiwan menjajaki pasokan herbal Indonesia ke Sido Muncul, membuka peluang kerja sama perdagangan, riset, budidaya, dan standardisasi. (SP/Stefy Thenu)

Melalui proyek penelitian yang didukung Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan, delegasi melakukan pemetaan terhadap potensi tanaman obat TCM di Indonesia. Kajian mencakup jenis tanaman, lokasi dan skala budidaya, proses pengolahan, sistem penjaminan mutu serta regulasi yang berlaku.

Delegasi membawa daftar sekitar 100 jenis tanaman obat TCM yang menjadi komoditas penting dalam impor Taiwan. Sejumlah bahan yang telah diimpor dari Indonesia, seperti cengkeh, akar Helminthostachys zeylanica, lada, dan rimpang Curcuma longa, turut menjadi bagian dari kajian.

Menurut Yuan Shiun Chang, kebutuhan Taiwan terhadap bahan herbal tidak selalu dalam volume besar. Beberapa jenis hanya diperlukan dalam kisaran 5 kilogram, 10 kilogram hingga 20 kilogram. Namun, kebutuhan tersebut dapat berkembang apabila Indonesia mampu memenuhi standar kualitas dan kontinuitas pasokan.

“Kami berharap dapat mengetahui herbal mana yang tersedia di Indonesia dan bisa dipasok ke Taiwan. Jika ada tanaman yang belum tersedia tetapi cocok dibudidayakan di Indonesia, kami juga terbuka untuk mengembangkannya dan membeli hasil produksinya,” jelasnya.

Selain perdagangan bahan baku, Taiwan juga membuka peluang kerja sama pengembangan budidaya tanaman obat yang secara agroklimat sesuai dengan kondisi Indonesia.

Sido Muncul Jadi Rujukan

Kunjungan delegasi Taiwan sekaligus memperkuat posisi Sido Muncul sebagai salah satu perusahaan herbal Indonesia yang mendapat perhatian dari kalangan akademisi dan industri internasional.

Sebelumnya, Sido Muncul menerima kunjungan Prof. Joseph Jie Yu dari University of Nottingham Ningbo China pada Februari 2026. Dalam kunjungan tersebut, Prof. Joseph melihat langsung proses manufaktur dan pengelolaan industri herbal di fasilitas Sido Muncul.

Irwan mengatakan, kunjungan dari berbagai negara menunjukkan bahwa pengalaman Indonesia dalam mengembangkan jamu dan industri obat bahan alam mulai mendapatkan perhatian lebih luas.

“Saya melihat ini sebagai sesuatu yang positif. Kita tidak perlu merasa rendah diri dengan industri herbal negara lain. Kita mempunyai kekayaan bahan baku dan pengalaman yang panjang. Tugas kita adalah terus meningkatkan kualitas, standardisasi, dan pembuktian ilmiahnya,” tegasnya.

Selama lebih dari 70 tahun, Sido Muncul mengembangkan ekosistem usaha yang mencakup penyediaan bahan baku, pengolahan dan ekstraksi, produksi, pengendalian mutu, distribusi, hingga penelitian dan pengembangan.

Yuan Shiun Chang menilai kekayaan tanaman Indonesia dapat menjadi salah satu sumber pasokan bagi industri TCM Taiwan sekaligus membuka peluang kolaborasi jangka panjang dalam penelitian, pendidikan, regulasi, farmakope herbal dan perdagangan internasional.

Kunjungan delegasi Taiwan yang berlangsung hingga 17 Agustus 2026 diharapkan tidak berhenti pada studi lapangan. Bagi Indonesia, momentum tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk meningkatkan nilai tambah tanaman obat melalui penguatan riset, standardisasi, budidaya berkelanjutan dan pengembangan produk kesehatan berbasis kekayaan hayati nasional.*

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

28 Tahun GMTD, Tumbuh Bersama Masyarakat

Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:38 WIB
X