Jossie dan Album Kedua: “We Don’t Lie Like A Referee”, Luapan Emosi dari Dua Dekade Perjalanan

Photo Author
Philipus Anton, Suara Pembaruan
- Jumat, 6 Februari 2026 | 22:57 WIB
Rilis Album kedua Josie “We Don’t Lie Like A Referee” tanpa Rendi sang bassis
Rilis Album kedua Josie “We Don’t Lie Like A Referee” tanpa Rendi sang bassis

Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN - Keresahan sosial, kepercayaan yang rapuh, keputusan yang tak pernah mudah, hingga amarah yang terus berulang. Itulah denyut yang mengikat delapan lagu terbaru Jossie. Album kedua mereka, We Don’t Lie Like A Referee, hadir bukan sekadar kumpulan karya, melainkan luapan emosi sekaligus refleksi panjang perjalanan hampir dua dekade di skena musik Yogyakarta.

Baca Juga: Menutup Tahun 2025 Jossie Rilis Karya Baru, Single berjudul 'Taring' Featuring Marseliyanto RapperMuda Timika

Band asal Yogyakarta yang dikenal dengan aliran pop-punk dan melodic punk ini telah mempersiapkan album ini sejak Desember 2025, dimulai dengan perilisan single Taring bersama Marselyanto. Lagu tersebut menjadi pintu masuk menuju karya penuh yang akhirnya resmi dirilis pada 6 Februari 2026. Delapan lagu yang disajikan Jossie dimulai dengan intro A New Battle, lalu berlanjut ke Ambil Alih Kendali, Sampah Sudut Kota, Taring, Mati Berkali-Kali, Pengendara Gelombang, Sometimes, dan ditutup dengan Hujan di Hari Minggu (Remastered). Semua lagu membawa semangat menolak kepura-puraan, menghadirkan kejujuran mentah meski tak selalu nyaman. “Kami ingin berdiri di luar sistem, menolak objektivitas yang pura-pura,” ujar Angga Rahafta, vokalis sekaligus gitaris.

Baca Juga: Februari Istimewa di Meruorah Labuan Bajo: Perpaduan Budaya, Kuliner, dan Kehangatan Hati

Dari keseluruhan materi, Sometimes dipilih sebagai single andalan. Erindra Mukti, drummer Jossie, menyebut lagu ini sebagai karya yang paling mudah diterima telinga, namun tetap menyimpan kedalaman makna. “Liriknya tentang proses berdamai dengan diri sendiri setelah berkali-kali terbentur masa lalu,” katanya.

Album ini tak hanya segar secara musikal, tetapi juga matang secara visual. Jossie memilih warna ungu sebagai identitas utama, melambangkan ketenangan sekaligus gejolak misteri. Bunga daisy marguerite hadir dalam artwork sebagai simbol kebijaksanaan. Konsep visual ini digarap bersama tiga kreator Yogyakarta: Jeffry Alfian Dika sebagai fotografer sekaligus konseptor, Deni Adit sebagai penata busana, dan Jandon Banyu sebagai pembuat artwork. “Semua visual itu mewakili perasaan yang kami bawa—amarah, misteri, tapi juga ketenangan,” jelas Erindra.

Baca Juga: Gubernur Jatim Siap Pasang Listrik Gratis Bagi 3.400 Rumah Tangga Miskin

Di balik segarnya aransemen musik, ada sentuhan Momo Biru, sosok yang dikenal lewat ZIMA dan Captain Jack Reunion. Seluruh instrumen direkam di Meru Records, studio milik Momo, sementara Tapansari turut mendampingi sebagai produser eksekutif. “Kami ingin warna baru, dan Momo banyak membantu dari segi lirik, aransemen, hingga sound design,” ungkap Erindra.

Perjalanan Jossie sendiri bukanlah hal singkat. Dibentuk pada 2006, mereka sempat mengalami bongkar pasang personel. Kini hanya tersisa dua anggota inti: Angga dan Erindra. Album ini juga menjadi penghormatan sekaligus pewaris semangat Rendi, sang basis yang berpulang pada November tahun lalu. Kepergiannya masih terasa dan diabadikan dalam setiap hentakan dan komposisi beat yang mengalir di album ini, menjadi jiwa tak terlihat yang menguatkan setiap lagu. Genre mereka tetap melodic punk/pop punk, namun dengan album ini, keduanya ingin menunjukkan kematangan baru. Setelah merilis Diorama pada 2016 dan beberapa single di 2023–2024, We Don’t Lie Like A Referee menjadi bukti bahwa Jossie tak berhenti bereksperimen dan tetap setia pada semangat yang telah dibangun bersama.

Album ini sudah tersedia di seluruh platform digital, dengan video lirik Sometimes tayang di kanal YouTube Jossie Music. Untuk merayakan perilisan, Jossie menggelar media gathering dan syukuran kecil bersama keluarga serta sahabat, sekaligus menyiapkan tur promo ke sejumlah kota terpilih.

Dengan segala konsep musikal dan visual yang matang, We Don’t Lie Like A Referee hadir bukan hanya sebagai album kedua Jossie, melainkan sebagai tonggak perjalanan panjang mereka di skena musik Jogja. Album ini menjadi bukti bahwa Jossie masih relevan, masih berani, dan masih punya suara yang layak didengar, dibangun dari kenangan, perjalanan, dan dedikasi setiap jiwa yang pernah menjadi bagian dari perjalanan mereka.

Editor: Philipus Anton

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X