Meski demikian, viralnya penggunaan Gedung Koperasi Desa Merah Putih sebagai lokasi resepsi pernikahan memunculkan perdebatan di ruang publik mengenai fungsi dan pemanfaatan aset yang berkaitan dengan program pembangunan desa.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola proyek maupun instansi terkait mengenai apakah penggunaan gedung tersebut telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sementara itu, perbincangan di media sosial masih terus bergulir seiring beredarnya video dan berbagai tanggapan dari masyarakat.