Indeks Pembangunan Manusia di Kota Semarang 84,43 Lampaui Jateng dan Nasional

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Rabu, 27 Maret 2024 | 18:38 WIB
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2023,  dalam sidang Paripurna DPRD Kota Semarang, Rabu (27/3).
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2023, dalam sidang Paripurna DPRD Kota Semarang, Rabu (27/3).

Semarang, suarapembaruan.news - Pada tahun 2023, peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Semarang, secara umum terbilang baik.


Hal ini bisa dilihat dari pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Semarang dalam lima tahun terakhir yang masuk kategori Sangat Tinggi dengan angka capaian lebih dari 80.

Baca Juga: 591 PPPK Dilantik, Mbak Ita: Jaga Integritas

"Pada tahun 2023, IPM Kota Semarang mencapai 84,43, melebihi angka nasional yang mencapai 74,39 dan Provinsi Jawa Tengah yang mencapai 73,39. Angka ini telah melebihi capaian di tahun 2022 yang sebesar 84,08," jelas Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2023, dalam sidang Paripurna bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah di Gedung DPRD Kota Semarang, Rabu (27/3).

Dalam sambutannya, Wali Kota Semarang yang akrab disapa Mbak Ita tersebut menyampaikan arah kebijakan Pemerintah Kota Semarang yang mengacu pada RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) tahun 2021-2026.

Baca Juga: Masih Sulit untuk Terima Kenyataan

"Capaian kinerja pada misi pertama, yaitu Meningkatkan Kualitas dan Kapasitas Sumber Daya Manusia yang Unggul dan Produktif untuk Mencapai Kesejahteraan dan Keadilan Sosial," ujarnya.
Dari aspek kesehatan, Angka Harapan Hidup Kota Semarang di tahun 2023 mencapai 77,90 tahun, dari yang sebelumnya sebesar 77,69 pada tahun 2022. Peningkatan tersebut menunjukkan semakin baiknya kondisi kesehatan dan lingkungan yang ada di Kota Semarang.

Baca Juga: Pelaku Kasus Perzinahan Tempati Posisi Terbanyak yang Ditangkap dalam Operasi Pekat Candi Polda Jateng

Selanjutnya, kata dia, penanganan stunting yang menjadi prioritas di skala nasional dan daerah, juga menunjukkan progres yang baik di Kota Semarang.

Berdasarkan data dari Elektronik Pencatatan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM), tahun 2023 Pemerintah Kota Semarang berhasil menekan angka prevalensi stunting dari semula sebesar 1,66 perden di tahun 2022 menjadi 1,06 persen di tahun 2023.

Baca Juga: SIG dan Semen Gresik Gelar Bimbingan Teknis untuk Tingkatkan Kompetensi Tukang Bangunan

Sedangkan berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka prevalensi stunting Kota Semarang tahun 2022 menurun menjadi 10,40 persen dibandingkan dengan tahun 2021 sebesar 21,3 persen. Untuk data tahun 2023 baru akan keluar di bulan April 2024.

Pencapaian penurunan angka stunting ini tidak terlepas dari semangat Bergerak Bersama antara pemerintah dengan seluruh stakeholder di Kota Semarang.

Baca Juga: KONI Bengkulu Ikutkan 67 Atlet di PON XXI Aceh-Sumatera Utara

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kajati Resmikan Kantor Kajari Bengkulu Tengah

Kamis, 23 Januari 2025 | 17:20 WIB
X