Berbagai upaya dilakukan, mulai dari Pemberian Makanan Tambahan Lokal, Rumah Gizi Pelangi Nusantara, dan Day care Rumah Pelita (Penanganan Stunting Lintas Sektor Bagi Baduta).
Inovasi lain yakni, melalui CEMPAKA atau Cegah Stunting Bersama Pengusaha di Kota Semarang. Ada pula kelas ibu balita dan kelas ibu hamil melalui program ROBERTO CARLOS (Intervensi Promotif Ibu Hamil Serta Mentorship Untuk Cegah Anemia Dan Kurang Energi Kronis).
Baca Juga: KONI Bengkulu Ikutkan 67 Atlet di PON XXI Aceh-Sumatera Utara
Termasuk program pendampingan calon pengantin melalui program TUGU MUDA (Calon Pengantin Bugar Produktif Menuju Keluarga Idaman), Edukasi dan Aksi Bergizi di lingkungan sekolah melalui program PITERPAN (Pelayanan Dan Edukasi Kesehatan Terpadu Pelajar Kota Semarang).
Penanganan stunting juga dilakukan dengan melibatkan milenial dalam penanganan stunting melalui program MELON MUSK (Milenial bergerak bersama Menuntaskan Stunting di Kota Semarang).
Baca Juga: Seleksi Terbuka Pengisian Pejabat Eselon II Pemkot Semarang Diikuti 54 Peserta
"Serangkaian inovasi dan upaya tersebut harapannya dapat terus menekan angka stunting menuju zero stunting di akhir 2024," sebutnya.
Tak hanya itu, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Semarang terus mengalami peningkatan. Bahkan, Semarang berada di atas LPE Jawa Tengah bahkan Nasional.
Baca Juga: 67 Petugas Pemilu Meninggal saat Pemilu, Nana Sudjana: Jangan Terulang Pada Pilkada 2024
Pertumbuhan ekonomi ini juga sejalan dengan peningkatan investasi di Kota Semarang, di mana nilai investasi tahun 2023 mencapai Rp 27,2 triliun, berhasil melebihi target sebesar Rp 25,6 triliun atau naik 105,92 persen.
"Alhamdulillah, kerja keras, kebersamaan dan kesengkuyungan semua pihak membuahkan hasil dengan diterimanya penghargaan tingkat nasional dan regional selama tahun 2023," katanya.
Baca Juga: Pembersihan Rumah dan Penyedotan Genangan Banjir Terus Dilakukan
Yang paling membanggakan, lanjut Mbak Ita, Penghargaan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah terbaik se-Indonesia dengan Status Kinerja Tinggi berdasarkan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD). Serta deretan penghargaan lainnya baik dibidang lingkungan, pembangunan daerah, hingga penganugerahan Kota Layak Anak kategori Utama oleh Kemen PPPA RI.
"Dari yang saya paparkan, ada beberapa capaian-capaian yang sudah diselesaikan dan belum sesuai RPJMD Kota Semarang tahun 2021-2026," ujar Mbak Ita di sela acara.
Menurut Mbak Ita, dari lima misi ada satu misi yang telah diselesaikan, yaitu misi kelima Reformasi Birokrasi. "Karena itu tidak menyangkut dengan proyek, atau sebagainya tapi lebih ke regulasi saja. Termasuk yang omnibus law, reformasi birokrasi itu salah satunya ada di situ," kata dia.
Artikel Terkait
Apresiasi Positif Penanganan Banjir di Kota Semarang, Kepala BNPB: Kawasan Trimulyo Masih Banjir Karena Lebih Rendah dari Sungai
Tujuh Rumah di Kota Semarang Rusak Akibat Banjir, 38 Rumah Rusak Akibat Longsor dan Pohon Tumbang
Pemkot Semarang Minta Penyempitan Crossing Drainase Flyover Madukoro Dibenahi
Pembayaran THR ASN Diharapkan Mampu Dongkrak Ekonomi Kota Semarang
Seleksi Terbuka Pengisian Pejabat Eselon II Pemkot Semarang Diikuti 54 Peserta