Apresiasi Positif Penanganan Banjir di Kota Semarang, Kepala BNPB: Kawasan Trimulyo Masih Banjir Karena Lebih Rendah dari Sungai

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Minggu, 17 Maret 2024 | 22:14 WIB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Suharyanto didampingi Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu meninjau banjir di Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk, Minggu (17/3).
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Suharyanto didampingi Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu meninjau banjir di Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk, Minggu (17/3).

 

Semarang, suarapembaruan.news - Titik-titik banjir di sejumlah wilayah Kota Semarang sudah surut. Tinggal di kawasan Trimulyo yang masih tergenang banjir.

“Kita barusan meninjau daerah Semarang yaitu di Trimulyo, tinggal satu titik lagi,” ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto, saat meninjau banjir di Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk, Minggu (17/3).

Lebih lanjut, ia menjelaskan jika wilayah Trimulyo memang lebih rendah dari Sungai Kali Babon. Artinya penanganan banjir memang sangat membutuhkan bantuan pompa tambahan.

“Sekarang kita di tempat lokasi pompa. Jadi, ini daerah Trimulyo ini lebih rendah dari sungai, tentu kalau dibiarkan tidak mungkin airnya keluar sendiri. Ini digelar pompa, dipompa airnya, dari PUPR juga mengeluarkan beberapa pompa untuk memompa air dari perumahan ke sungai,” paparnya.

Ia menyebut kebutuhan warga yang mengungsi juga sudah dipenuhi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Mulai dari kesehatan, makanan hingga air bersih. Dirinya pun juga mengapresiasi keberadaan dapur umum yang aktif menyediakan kebutuhan warga.

“Ada beberapa pengungsi tadi, bertahan di rumah masing-masing dan sebagian juga ada di mesjid. Tadi kita sudah cek kepada para pengungsi, Alhamdulillah kebutuhan dasar mereka terpenuhi karena Pemkot Semarang juga aktif menggelar dapur umum, jadi untuk masyarakat yang sedang berpuasa, terjamin lah kebutuhan sahur dengan buka puasanya,” terangnya.

“Jadi memang Semarang sudah relatif baik untuk tanggap daruratnya, kita lihat pengungsi juga rata-rata terpenuhi,” lanjutnya.

Pihaknya pun juga membawa bantuan untuk warga yang terdampak banjir.

Di sisi lain, dirinya berpesan agar penanganan banjir yang sudah baik ini bisa terus dilanjutkan.

“Termasuk juga untuk Pemda, kebutuhannya apa, untuk dapur umum juga mobilnya kita berikan lagi, termasuk pompa portabel. Artinya, saat tanggap darurat ini, untuk Semarang secara berangsur bisa terkendali dengan baik, khususnya penanganan pengungsi karena pengungsi juga tidak banyak, rata-rata bertahan di rumah,” paparnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu yang mendampingi Kepala BNPB, memastikan, pihaknya bakal intens dalam penanganan banjir di Trimulyo. Pihaknya pun juga sudah merencanakan penanganan pascabanjir.

“Kami sudah instruksikan kepada teman-teman, mendapatkan pencerahan terkait anggaran untuk rehab, perbaikan rumah, relokasi, di mana tanah bisa milik pemkot, anggaran untuk rumahnya dari BNPB. Kemudian, yang pasti posko kesehatan, kemarin kami sudah minta kepala dinas kesehatan untuk paska banjir ini kan ada penyakit kulit, diare, lepto, ini yang perlu diwaspadai,” bebernya.

“Kemudian juga, rehab atau penanganan sekolah-sekolah karena saat ini ada beberapa di Trimulyo, Genuk yang masih sedikit terendam banjir. Termasuk juga damkar, karena biasanya kalau setelah banjir, rumah kotor, lumpur, dan sebagainya. Jadi, SOP penanganan paska banjir sudah bisa dilakukan,” ucap Mbak Ita.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kajati Resmikan Kantor Kajari Bengkulu Tengah

Kamis, 23 Januari 2025 | 17:20 WIB
X