Grobogan, suarapembaruan.news - Akibat luapan air sungai Lusi, sebanyak 113 Desa yang berada di 13 kecamatan dari total 19 wilayah kecamatan di Kabupaten Grobogan terdampak banjir.
Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi saat mengecek lokasi banjir, Minggu (17/3) mengatakan, dari pantauan udara menggunakan helicopter, diketahui bahwa aliran air sungai Lusi masih meluap dan deras.
“Untuk antisipasinya, saya sudah koordinasi dengan Pangdam bersama BNPB akan rapat membahas penanganan banjir tersebut,” ujar Kapolda Jateng Irjen pol Ahmad Luthfi, yang bersama Pangdam IV/Diponegoro Mayjen Deddy Suryadi mengunjungi tempat pengungsian sekaligus dapur umum untuk warga terdampak banjir di Balai Desa Getasrejo Kecamatan Grobogan Kabupaten Grobogan.
Dijelaskan, terdapat 7 Kabupaten/kota di Jateng yang terdampak banjir. Ketujuh wilayah tersebut, yakni Pekalongan Kota, Kajen, Grobogan, Demak, Kudus, Pati, Jepara dan Blora.
“Semuanya akibat curah hujan yang tinggi, kemudian drainase dan lain sebagainya,” imbuhnya.
Menurut Kapolda Jateng, prioritaskan penanganan nomor satu adalah pengungsi. Oleh karena itu, dilakukan pengecekan terkait pendistribusian bantuan, pengecekan kesehatan, dapur umum dan trauma healing.
“Ini kami lakukan secara serentak sehingga masyarakat akan merasa terbantu. Saya dengan Pangdam akan selalu koordinasi untuk bersama-sama dalam rangka mengatasi problem banjir ” tegasnya.*
Artikel Terkait
158.137 Warga Kota Semarang Terdampak Banjir Akibat Cuaca Ekstrim
Polda Jateng Terjunkan Personel Ditsamapta, Bantu Warga Terdampak Banjir di Pekalongan
Pemkot Semarang Bersama TNI-Polri Bangun Dapur Umum untuk Korban Banjir Kota Semarang
28 Pompa Bekerja dan Hujan Mereda, Banjir di Sejumlah Titik di Kota Semarang Mulai Surut
Cuaca Ekstrem, BPBD Minta Warga Kota Bengkulu Waspadai Banjir dan Longsor