Dia menegaskan, titik-titik banjir sudah surut. Seperti di Rusunawa Kaligawe dan sekitarnya.
“Wilayah tergenang tinggal Trimulyo. Yang lainnya sudah susut, termasuk yang di Kaligawe, rusun juga sudah kering, hanya tinggal Jalan Kaligawe dan RSI Sultan Agung yang genangannya biasanya tinggi,” tuturnya.
Ke depan, pihaknya juga sudah berencana untuk menormalisasi Kali Tenggang. Ia juga sudah melakukan koordinasi dengan PUPR dan diharapkan di pertengahan tahun sudah terealisasi.
Dirinya berharap, dengan upaya-upaya ini pengendalian banjir di wilayah Genuk bisa maksimal. Ia juga meminta masyarakat untuk terus mendukung upaya-upaya Pemkot Semarang dalam menangani banjir.
“Ada rencana normalisasi Kali Tenggang, saat ini sedang berproses di PUPR. Mudah-mudahan pada Mei atau Juni sudah terlaksana sehingga menjadi salah satu solusi karena ada anggaran sekitar Rp 300 miliar untuk normalisasi Kali Tenggang. Kedua, tanggul tol laut ini, nanti ada kolam retensi seluas 250 hektare untuk penampungan, sehingga kita harapkan dengan adanya upaya-upaya disupport oleh KemenPUPR ini, wilayah di Trimulyo dan wilayah Genuk dan Kelurahan Tambakrejo, Gayamsari, semuanya termasuk Muktiharjo ini bisa terselesaikan,” pungkasnya.*
Artikel Terkait
Cuaca Ekstrem, BPBD Minta Warga Kota Bengkulu Waspadai Banjir dan Longsor
Sungai Lusi Meluap, 113 Desa di Grobogan Terendam Banjir
1.040 Pengungsi Banjir di Kudus Tersebar di 15 Lokasi Pengungsian
438 Rumah di Juwana Terendam Banjir, 1.249 Warga Mengungsi
Penanganan Banjir dan Pascabanjir, Pemkot Semarang Gandeng Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana