“Cara-cara seperti itu sangat disayangkan. Ini adalah tindakan yang tidak menghormati satu sama lain. Menghalalkan segala cara demi memenangkan kandidatnya,” ujarnya.
Namun, di balik segala tekanan tersebut, Luthfi dan Gus Yasin tidak goyah, dan mereka tetap percaya bahwa masyarakat Jawa Tengah lebih cerdas dalam menilai dan memilih pemimpin yang benar-benar bekerja untuk masyarakat.Baca Juga: Mahasiswa UGM Raih Juara di Kompetisi Gokart Listrik PLN ICE 2024
Program Ngopeni lan Nglakoni Jateng yang mereka tawarkan berfokus pada pengembangan kesejahteraan masyarakat melalui langkah nyata dan mendalam.
Bagi pasangan calon ini, kepemimpinan adalah tanggung jawab moral yang harus dipegang dengan prinsip sebagai teladan, serupa dengan sosok Presiden Jokowi yang selalu terjun langsung di lapangan untuk melihat permasalahan masyarakat.Baca Juga: Produk Mitra Binaan Pertamina Hadir di Indonesia Week Hong Kong 2024
Dengan mengabaikan buzzer dan tetap konsisten dalam visi misi, Ahmad Luthfi berusaha memperlihatkan kualitas seorang pemimpin yang matang, tidak mudah goyah, dan berkomitmen tinggi untuk membangun Jawa Tengah sesuai dengan prinsip-prinsip kolaborasi dan kesejahteraan rakyat. (*)