Semarang, SUARA PEMBARUAN - Menjelang putaran terakhir kampanye Pilkada Jawa Tengah 2024 yang semakin memanas, calon gubernur Ahmad Luthfi nomor urut dua memilih bersikap tenang dan tidak mengambil pusing dengan serangan buzzer di media sosial.
Luthfi menegaskan, energinya akan fokus pada visi-misi yang diusungnya yaitu program ‘Ngopeni lan Nglakoni Jateng’, sebuah visi yang berlandaskan pada komitmen untuk menyejahterakan masyarakat Jawa Tengah.Baca Juga: Produk Mitra Binaan Pertamina Hadir di Indonesia Week Hong Kong 2024
Dalam sebuah wawancara podcast yang blak-blakan di Close The Door bersama Deddy Corbuzier, Luthfi mengklarifikasi posisinya terhadap berbagai serangan buzzer yang mencoba menggoyahkan citranya dengan isu-isu miring.
Salah satu pertanyaan yang diajukan Deddy adalah bagaimana Luthfi menghadapi derasnya fitnah dan tudingan miring di media sosial, termasuk yang menyeret nama-nama besar seperti Mantan Presiden Jokowi dan Presiden Prabowo Subianto.Baca Juga: Dinilai Unggul Teknologi, Ahmad Luthfi Ajak Gen Z Melek Politik
“Saya gak begitu peduli, Bung. Anggap aja itu anak kecil yang sedang menangis, biarin aja nanti berhenti sendiri,” ucap Luthfi.
Sikapnya yang tenang dan tidak reaktif ini menggambarkan karakternya sebagai pemimpin yang lebih memilih fokus pada visi besar daripada menghabiskan waktu untuk membalas serangan yang tidak substansial.Baca Juga: Pemprov Bengkulu Terima Dana Hibah Pasca Bencana dari BNPB Rp 34,9 Miliar
Mendampingi Luthfi dalam kampanye, Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin, Cawagub yang turut berpasangan dengannya, juga turut mengimbau masyarakat agar tidak mudah termakan hoaks atau fitnah yang banyak beredar terkait sosok Ahmad Luthfi.
Gus Yasin mencontohkan, salah satu fitnah yang tersebar di media sosial yakni foto karangan bunga yang diklaim berasal dari Ahmad Luthfi untuk mengucapkan selamat atas pembukaan tempat miras di Yogjakarta.Baca Juga: Peran Media Massa Dibutuhkan untuk Mengedukasi Masyarakat Terhindar dari Jerat Pinjol Ilegal
“Ini fitnah luar biasa,” ujar Gus Yasin dalam sebuah acara silaturahmi akbar dengan kelompok perempuan pendukung Luthfi-Gus Yasin (Lugas) di Semarang, Rabu (13/11/2024).
Menurutnya, foto tersebut tidak berdasar dan jelas-jelas merupakan hoaks, karena saat itu Luthfi bertugas sebagai Kapolda Jawa Tengah, bukan di Yogyakarta.Baca Juga: Raih Gelar Doktor Kehormatan dari UNNES, Irwan Hidayat: Saya Belajar 108 SKS di Universitas Sido Muncul
Gus Yasin menambahkan, ketika ia menanyakan langsung kepada Luthfi mengenai kebenaran foto tersebut, Luthfi hanya menanggapinya dengan tenang dan tanpa emosi.
“Sudah Gus, tidak usah ditanggapi. Itu katanya di Jogja ya, dan disebut atas nama Kapolda. Itu hoaks lama,” ujar Gus Yasin menirukan tanggapan Luthfi.Baca Juga: Raih Gelar Doktor Kehormatan dari UNNES, Irwan Hidayat: Saya Belajar 108 SKS di Universitas Sido Muncul
Sikap ini menunjukkan kedewasaan Luthfi dalam menghadapi isu yang tidak jelas asal-usulnya dan dianggap hanya sebagai bagian dari upaya menjatuhkan kredibilitasnya menjelang Pilkada.
Gus Yasin menyadari serangan fitnah semakin masif, dan ia menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kampanye hitam yang tidak menghargai prinsip demokrasi dan merusak semangat pesta rakyat.Baca Juga: Debat Bukan Cerdas Cermat !
Artikel Terkait
Program Petani Milenial, Ahmad Luthfi-Taj Yasin Dukung Swasembada Pangan
Video Dukungan Prabowo ke Luthfi-Yasin, Pengamat Undip: Tak Langgar Aturan
Pengamat Undip: Luthfi Tekankan Aspek Kebutuhan Pokok, Andika Teknologi
Bareng Ahmad Luthfi dan Taj Yasin, Jokowi Blusukan Sapa Warga Jateng
Dinilai Unggul Teknologi, Ahmad Luthfi Ajak Gen Z Melek Politik