politik

Ahmad Luthfi Targetkan Petani Milenial dengan Kartu Zilenial dan 1.000 Desa Wisata

Selasa, 12 November 2024 | 10:04 WIB
Debat Pilgub Jateng tahap kedua


Semarang, SUARA PEMBARUAN - Dalam debat Pilkada Jawa Tengah 2024, Ahmad Luthfi mengungkapkan berbagai ide inovatif untuk melibatkan petani milenial dalam sektor pertanian, yang menjadi fokus utama dalam visi misi kampanyenya.

Luthfi menjawab tantangan generasi muda yang kurang tertarik untuk berkarir di dunia pertanian dengan menawarkan program-program yang lebih sesuai dengan gaya hidup mereka, seperti Kartu Zilenial dan 1.000 Desa Wisata.Baca Juga: Keluarga besar Badan Pengawas Obat dan Makanan  (BPOM) RI merasakan duka mendalam atas kepergian Nurlaila Masuku

Kartu Zilenial dirancang untuk memberdayakan petani milenial dengan akses pada kursus keterampilan, bantuan finansial, dan teknologi pertanian. Program ini juga mencakup fasilitas internet gratis di kecamatan melalui rumah kreatif, yang akan menjadi ruang bagi anak muda untuk mengembangkan produk unggulan di desa masing-masing.

Luthfi menargetkan setiap desa di Jawa Tengah memiliki satu produk unggulan yang dihasilkan oleh para petani milenial. Dengan dukungan teknologi dan pelatihan, generasi muda diharapkan bisa menghasilkan produk pertanian yang lebih modern dan efisien.Baca Juga: Mentan Andi Amran, Damaikan Konflik Peternak Sapi Perah dan Industri Pengolahan Susu

Selain itu, Luthfi juga mengusulkan pengembangan 1.000 Desa Wisata, yang mengkombinasikan sektor pertanian dan pariwisata. Desa-desa seperti Sikunir, yang terkenal dengan potensi wisata alamnya, bisa menjadi pusat pengembangan agrikultur dan pariwisata. Program ini akan membuka peluang kerja bagi anak muda di desa sekaligus meningkatkan pendapatan melalui wisata dan produk pertanian unggulan.

Luthfi juga mengemukakan pentingnya program Petani Gajian, yang sedang dipersiapkan oleh pemerintah pusat untuk memberikan perlindungan penghasilan bagi petani muda, sehingga mereka merasa lebih aman secara finansial dalam berkarir di sektor pertanian.Baca Juga: Mensesneg Apresiasi Gerak Cepat Mentan Andi Amran Merespon Konflik Peternak Susu

Selain itu, pendekatan urban farming dan teknologi hidroponik juga digadang-gadang sebagai solusi bagi petani milenial yang tinggal di perkotaan dengan lahan terbatas. Metode ini memungkinkan mereka untuk bercocok tanam di ruang sempit, sekaligus mendapatkan hasil pertanian yang efisien.Baca Juga: Puluhan Dosen Politeknik Negeri Malang Studi Banding ke Pabrik Semen Gresik Rembang

Melalui program-program tersebut, Luthfi berharap dapat menarik minat generasi muda untuk terlibat lebih banyak dalam pertanian dan memanfaatkan teknologi modern untuk meningkatkan hasil pertanian, sehingga Jawa Tengah dapat tetap menjadi lumbung pangan nasional di masa depan.*

 

 

Tags

Terkini