Ini Langkah Konkret Ahmad Luthfi Tangani Ketenagakerjaan

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Kamis, 21 November 2024 | 09:41 WIB

Semarang, SUARA PEMBARUAN - Debat ketiga Pilkada Jateng 2024 yang diadakan pada Rabu (20/11/2024) di Muladi Dome, Universitas Diponegoro, Semarang, menjadi ajang bagi pasangan calon Ahmad Luthfi dan Taj Yasin untuk mengemukakan solusi konkret terkait masalah ketenagakerjaan di Jawa Tengah. Baca Juga: Uji Tera Rutin di SPBU Sulselbar Pastikan Pelayanan Prima


Mengusung tema "Membangun Sosial Budaya, Pendidikan, Kesehatan, dan Perlindungan untuk Masyarakat Sejahtera dan Toleran", Ahmad Luthfi memaparkan langkah-langkah strategis yang berfokus pada berbagai sektor yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.
Dalam debat tersebut, Luthfi menekankan pentingnya pendidikan yang berkualitas sebagai dasar pengembangan SDM di Jawa Tengah.


Ia juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap buruh, serta pemberdayaan UMKM sebagai pendorong utama ekonomi daerah. Baca Juga: OJK Jateng Ingatkan Ibu Rumah Tangga Harus Bijak Kelola Keuangan dan Jangan Tergiur Pinjol Ilegal


Solusi yang ditawarkan mencakup pelatihan keterampilan bagi tenaga kerja agar dapat beradaptasi dengan perubahan pasar, serta kebijakan yang mendukung kesejahteraan buruh dan pelaku UMKM.


Dalam sesi pertama debat yang membahas kebijakan ketenagakerjaan, Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya reformasi pendidikan yang lebih terarah.

“Saya pastikan kurikulum pendidikan kita harus mendekatkan pada kesempatan kerja. Lulus, langsung dapat kerja,” ujar Luthfi.Baca Juga: DJP Amankan DPO Tersangka Tindak Pidana Perpajakan

Menurutnya, pendidikan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja adalah kunci untuk mengatasi pengangguran di Jawa Tengah.

Selain itu, pasangan ini juga menaruh perhatian besar pada pengentasan kemiskinan ekstrem. Luthfi menegaskan bahwa negara harus hadir dalam memberikan solusi nyata.

“Kami akan memberikan subsidi pangan murah, sekolah gratis, dan kesehatan gratis. Semua kebutuhan siswa dari keluarga miskin ekstrem akan dipenuhi secara gratis,” paparnya.Baca Juga: Mathius Fakhiri-Aryoko Rumaropen Untuk Papua Cerah, Sejahtera dan Harmoni

Terkait perlindungan hak buruh, Ahmad Luthfi menekankan pentingnya pembentukan desk tenaga kerja untuk menangani berbagai persoalan, mulai dari PHK hingga hak buruh atas BPJS dan pesangon. Ia juga menyoroti perlunya peran pemerintah dalam memediasi antara buruh, pengusaha, dan akademisi untuk menentukan upah minimum kabupaten/kota (UMK) yang adil.

“Buruh perempuan harus mendapat hak cuti melahirkan dan cuti keguguran. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk memberikan perlindungan bagi perempuan di tempat kerja,” tambahnya.Baca Juga: Jelang Debat Terakhir, Luthfi-Yasin Salat Maghrib Berjamaah dan Doa Bersama

Di sektor UMKM, Ahmad Luthfi memastikan dukungan penuh untuk pelaku usaha mikro dan kecil agar naik kelas. Pendampingan dalam hal permodalan dan penjualan menjadi salah satu langkah yang dijanjikan. Sementara itu, untuk buruh tani, ia menawarkan program jaminan kredit daerah (Jamkrida) dan stabilitas harga melalui program Jateng Berdikari.

“Jawa Tengah harus menjadi lumbung pangan nasional. Kami akan memastikan buruh tani mendapat perlindungan jika terjadi gagal panen, sehingga kesejahteraan mereka tetap terjaga,” tegas Luthfi.Baca Juga: Survei LSI: Andi Seto Menyalip Indira di Pilwalkot Makassar, Danny Pomanto sudah Habis

Menanggapi isu PHK yang meningkat, Ahmad Luthfi mengungkapkan bahwa hampir 14 ribu pekerja terkena PHK di Jawa Tengah sejak September. Sebagai langkah antisipasi, ia menyebutkan rencana untuk memperbanyak Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai solusi strategis.

Halaman:

Artikel Selanjutnya

Debat Bukan Cerdas Cermat !

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X