Tim Andika-Hendi Bongkar Kegiatan Diduga Mobilisasi Kades

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Jumat, 25 Oktober 2024 | 09:22 WIB
Perwakilan tim hukum Andika-Hendi, John Richard Latuihamallo
Perwakilan tim hukum Andika-Hendi, John Richard Latuihamallo


Semarang, SUARA PEMBARUAN - Setelah mengungkap adanya pertemuan yang diduga melibatkan Kepala Desa se-Kabupaten Kendal di Kota Semarang minggu lalu, tim hukum Andika-Hendi kembali mengungkap adanya hal serupa terjadi. Kali ini kegiatan yang diduga mobilisasi Kepala Desa tersebut melibatkan Kades se-Kabupaten Pemalang dan diselenggarakan di Kabupaten Pekalongan.

Perwakilan tim hukum Andika-Hendi, John Richard Latuihamallo, pada Senin (21/10/2024) lalu, dia dan timnya memperoleh informasi bahwa akan ada pertemuan sejumlah kepala desa Pemalang untuk diarahkan memilih salah satu paslon dalam Pilgub Jateng 2024. Pertemuan para kades Pemalang itu dilaksanakan di Hotel Grand Dian di Kabupaten Pekalongan pada Selasa (22/10/2024). Pertemuan mengusung tema "Silaturahmi dan Konsolidasi PKD".Baca Juga: Sambut Kehadiran Megawati Soekarnoputri, Relawan Andika-Hendi dan Agustin-Iswar Gagas Music On The Street

John, yang memperoleh informasi pertemuan tersebut, mengaku datang langsung ke lokasi. Dia turut mengajak Bawaslu dan DPC PDIP setempat. "Waktu kita datang, beberapa (kades) ditemui, tapi mereka kemudian tidak mau berbicara. Tentu tidak mau berbicara," ungkap John saat menggelar konferensi pers di Posko Pemenangan Andika-Hendi yang berlokasi di Jalan Pandanaran, Semarang, Jateng, Rabu (23/10/2024).

Menurut John, terdapat puluhan kades yang mengikuti pertemuan di Hotel Grand Dian. Meski para kades yang berpartisipasi enggan berbicara, John mengaku mempunyai rekaman video yang menunjukkan bagaimana para kades terkait diarahkan untuk memilih Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen.Baca Juga: 1.297.910 Surat Suara Pilgub Jateng Tiba di Kota Semarang, Mbak Ita Harap Tahapan Pilkada Berjalan Lancar

"Ada rekamannya, ada nama 02 di situ disebutkan. Memilih 02. Sehingga ini fakta bukan main-main," kata John.

Selain itu, John mengaku terkejut karena pertemuan di Hotel Grand Dian di Pekalongan turut dihadiri seorang perempuan yang diyakini merupakan ketua PKD Jateng. "Tampilan gambar yang kita temukan, beliau ada di situ," ucapnya.

John mengungkapkan, pengumpulan para kades yang diduga diarahkan untuk memilih paslon tertentu dalam Pilgub Jateng sudah beberapa kali terjadi. Dia menyebut, pada 17 Oktober 2024 lalu, PKD se-Kendal juga mengadakan pertemuan di Graha Padma Semarang. Kala itu John dan timnya memberi tahu Bawaslu tentang adanya pertemuan tersebut.Baca Juga: Jelang Pilwakot, Mbak Ita Kembali Ingatkan ASN Jaga Netralitas

"Ini menjadi suatu keadaan yang perlu kita sampaikan kepada publik bahwa kades ini menjadi objek yang terus digunakan pihak-pihak terkait untuk kepentingan politisasi dalam konteks pilkada ini. Tentunya ini bukan 01 yang melakukan," kata John.

Terkait pertemuan PKD se-Kendal di Graha Padma pekan lalu, Ketua Bawaslu Kota Semarang Arief Rachman dan timnya sempat menyambangi lokasi. Arief mengatakan, pertemuan tersebut digelar secara tertutup. Dia dan timnya pun tak diizinkan masuk.Baca Juga: Plt Gubernur Rosjonsyah Resmikan Kantor Tribunbengkulu.com

"Setelah kita datangi, mereka mungkin mempersingkat pertemuan, hanya sekitar 30 menit. Tidak kita temukan adanya APK (alat peraga kampanye) dari paslon tertentu," ujar Arief.*

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X