Tegal, SUARA PEMBARUAN - Menyusuri lorong-lorong Pasar Bawang Kabupaten Tegal, langkah Cagub Ahnad Luthfi tiba-tiba terhenti. Ia melihat tumpukan sampah yang tepat berada di tengah pasar.
Cagub nomor urut 2 itu seakan tidak percaya mengapa sampah-sampah itu ditumpuk begitu saja di tengah pasar diantara kios dan los pedagang. Bau yang menyengat tak terhindarkan sehingga membuat pembeli dan pedagang jelas tidak nyaman.
Baca Juga: Layat ke Warga yang Berduka, Cagub Jateng Ahmad Luthfi Menguatkan Istri dan Anak Kades Sisalam
Dua hingga tiga pedagang mendekati Ahmad Luthfi yang berdiri terdiam. Mereka serempak mengadu bahwa sampah-sampah itu sudah seperti itu selama bertahun-tahun. Sampah memang dibersihkan secara berkala namun tidak semestinya ditempatkan di tengah pasar.
"Sudah tahunan sampah di sini. Memang dibersihkan tapi kalau pas hujan, bau dan air becek mengotori pasar," kata Imah yang jualan sembako, Selasa (8/10).
Kondisi Pasar Bawang memang memprihatinkan. Atap banyak yang bocor dan jalan di lorong masih berupa tanah. Sehingga saat hujan tiba, aliran air hampir pasti masuk pasar dan membuat jalanan becek.
Baca Juga: Siap Bina dan Kembangkan UMKM Berkembang, Ahmad Luthfi: Bukti Negara Hadir
Pedagang bumbon pasar setempat, Umi Jamilah mengungkapkan sudah lama ada rumor renovasi Pasar Bawang. Kenyataanya, sampai saat ini belum ada realisasi. Padahal, katanya, atap sudah bocor karena lapuk terkena panas dan hujan.
"Pak saya minta pasar diperbaiki. Kalau hujan, bocor dimana-mana. Jalanan jadi becek," teriak Umi sebelum dihampiri Ahmad Luthfi.
Mendengar keluhan-keluhan itu, Ahmad Luthfi mengaku senang karena memang terjun ke pasar untuk mengetahui persoalan-persoalan yang dihadapi para pedagang maupun pembeli.
Baca Juga: Keringetan saat Dialog dengan Pelaku UMKM, Ahmad Luthfi Gunakan Tutup Kardus Jadi Kipas
Beberapa persoalan yang ia catat adalah sampah, sanitasi, sepinya pembeli hingga atap pasar yang bocor.
"Kami datang untuk kulakan masalah. Sehingga tahu kondisi pasar yang sebenarnya dan memberikan solusi," katanya.
Untuk penyelesaian, ia berharap ada campur tangan dari pemerintah. Untuk itu, ia berharap bisa bermanfaat lebih untuk masyarakat Jateng kedepannya.
Artikel Terkait
Tutup Program USAID CCBO, Mbak Ita Tekankan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Maybank Indonesia Resmikan Fasilitas Pengelolaan Sampah Organik di Bantul
Manfaatkan Sampah Jadi Energi Ramah Lingkungan, Semen Gresik Terima Kunjungan dari Tim Pengelolaan Sampah Pemkab Rembang
Sampah Deklarasi Hiasi Kota Makassar
Gebernur Rohidin Lepas 33 Peserta Stundi Banding Pengelolaan Sampah DLHK Bengkulu