“Anak-anak kita kadang pengen instan, kena panas dikit keluar, gaji kurang dikit keluar, akhirnya perusahaan juga bingung cari orang siap kerja susah,” jelas Luthfi.
Dalam kunjungan tersebut, Luthfi juga menyoroti teknologi yang digunakan di PT. Mega Putra Garment. Salah satu mesin yang menarik perhatiannya adalah mesin untuk membuat lubang kancing.
Mesin ini merupakan inovasi yang cukup langka karena di Jawa Tengah, mesin serupa hanya tersedia di PT Mega Putra Garment dan Ungaran.
Mesin ini menunjukkan bagaimana perusahaan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual.
"Mesin itu untuk bikin lubang kancing di Jateng hanya ada dua, di sini dan di Ungaran. Ini trobosan kreatif perusahaan," ujarnya.
Luthfi juga menanggapi kekhawatiran soal PHK yang mengancam sektor tekstil akibat gempuran produk-produk impor dari Tiongkok. Menurutnya, salah satu penyebab sektor tekstil mengalami penurunan adalah kurangnya pemutakhiran mesin di pabrik-pabrik tekstil dalam negeri.
Untuk bisa bersaing dengan negara seperti Tiongkok, perusahaan tekstil di Indonesia harus memperbarui mesin-mesinnya sesuai standar internasional.
Selain itu, ia menyoroti perlu adanya penekanan terhadap impor produk garmen, terutama produk pakaian bekas (drifting) yang menjadi ancaman bagi industri lokal.
Namun, Luthfi mengakui bahwa kebijakan ini menjadi kewenangan pemerintah pusat dan harus didiskusikan lebih lanjut.
"Keran impor terutama produk drifting harus ditekan, tapi itu kewenangan pemerintah pusat yang harus kita diskusikan bersama," kata cagub Jateng nomor urut 2 ini.
Di akhir kunjungannya, Luthfi menegaskan komitmennya untuk terus memperhatikan industri tekstil di Jawa Tengah, terutama dalam hal pengembangan tenaga kerja dan teknologi.
"Ke depan untuk wilayah itu kita openi," tutup Luthfi.*
Artikel Terkait
Realisasi Investasi Jateng 2023 Capai Rp77,02 Triliun dan Serap 280.643 Tenaga Kerja
Catat Nilai Investasi Rp77.02 Triliun, Jateng Mampu Serap 280.643 Tenaga Kerja
Pemprov Bengkulu-BP2MI Jalin Kerja Sama Buka Peluang Pasar Kerja Global
Kepatuhan Bayar PKB Rendah, Tim Pembina Samsat Bengkulu Perkuat Program Kerja
Resmikan Bengkel EduPreneur, Pertamina Patra Niaga Berdayakan Masyarakat Nelayan dan Buka Lapangan Kerja Baru