Yoyok-Joss "Belanja Masalah" Dari Para Guru Ngaji di Badko LPQ Semarang

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Rabu, 2 Oktober 2024 | 05:47 WIB
Yoyok Joss saat silaturahmi ke Badko LPQ Semarang.
Yoyok Joss saat silaturahmi ke Badko LPQ Semarang.

 

Semarang, SUARA PEMBARUAN - Pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang nomor urut 2 Yoyok Sukawi-Joko Santoso (Joss) berdiskusi dengan para guru ngaji di Kantor Badko LPQ Kota Semarang, Selasa (1/10).

Keduanya disambut hangat oleh Ketua Badko LPQ Kota Semarang Bahrul Fawaid dan seluruh jajarannya dari 16 kecamatan.

Di dalam kantor yang terletak di Jalan Dewi Sartika Timur, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati itu Yoyok-Joss juga disambut oleh puluhan guru ngaji.

"Ini kedatangan beliau untuk silaturahmi dengan panjenengan semua. Alhamdulillah Mas Yoyok dan Mas Joko sudah rawuh pada sore hari ini," ujar Bahrul kepada puluhan guru-guru ngaji.

Dalam kesempatan itu, Yoyok-Joss dan puluhan guru ngaji berdiskusi mengenai formula pendidikan agama dan karakter bagi anak-anak di Kota Semarang.

Selain itu juga membahas tentang kesejahteraan, dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) guru-guru ngaji di tengah tantangan perubahan zaman.

"Kebetulan ada masukan-masukan yang sekiranya bisa menjadi bahan perbaikan-perbaikan. Yang baik dilanjutkan, yang kurang diperbaiki," ujar Bahrul.

Yoyok menjadikan kesempatan silaturahmi ini sebagai momen belanja masalah untuk direalisasikan kelak memimpin Kota Semarang. Tentunya semua itu berorientasi mewujudkan Semarang sebagai kota metropolitan yang maju dan bermartabat.

"Kami ingin berdiskusi, menyerap banyak masukan, saran, dan cerita panjenengan sebagai pelaku untuk menuju Semarang yang maju berkelanjutan bermartabat. Kami tidak bisa bekerja sendirian, apa yang dipertahankan, ditambah atau ada ide-ide baru," katanya.

CEO PSIS Semarang ini pun menyatakan bahwa terus akan berkeliling belanja masalah di daerah-daerah Kota Semarang. Di Badko LPQ Semarang ini menjadi bekal Yoyok-Joss untuk mencari masalah-masalah yang selama ini dirasakan oleh para guru ngaji.

"Meningkatkan peran TPQ dengan adanya jam sekolah lima hari sampai sore itu, kan TPQ jadi makin redup, ini ada usulan di sekolah terdapat poin agama yang bisa ngaji dapat poin," katanya.

Hal ini termasuk bagi non-muslim, misalnya Sekolah Minggu itu akan menjadi poin siswa dalam sekolah formal. Tentu, seluruh masukan yang diterima tersebut akan masuk dalam dapur kajian.

Sementara itu, Joko Santoso menambahkan kunjungan ke LPQ Semarang ini menguatkan programnya tentang menciptakan SDM unggul.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X