Dukung Ganjar Mahfud, Pekerja Migran Indonesia di Arab Saudi Gelar Ngaji dan Do’a Bersama

Photo Author
Administrator, Suara Pembaruan
- Minggu, 7 Januari 2024 | 19:06 WIB

SuaraPembaruan.News, Jeddah - Melalui acara 'Pondok Tiga Jari', ratusan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di kota Jeddah dan Makkah, Arab Saudi menggelar ngaji dan do’a bersama sebagai bentuk dukungan kepada Ganjar Pranowo dan Mahfud MD sebagai pasangan Presiden dan Wakil Presiden RI pada Pemilu 2024.

Acara pengajian dan do’a bersama tersebut diadakan pada Jum’at (05/01) di Alfiyah Distrik kota Jeddah dan di Ajyad Distrik kota Makkah.

Selain ngaji dan do’a bersama, terdapat kegiatan deklarasi di kota Jeddah, Makkah, dan Riyadh.

Sharief Rahmat salah satu penggagas kegiatan tersebut mengungkapkan, bahwa kegiatan ngaji dan do’a bersama Pekerja Migran Indonesia bersifat terbatas. Dan sedang dipertimbangkan untuk digelar secara akbar dan terbuka dengan jumlah peserta antara 500 lebih atau bahkan ribuan bila ada tempat yang memungkinkan.

Kegiatan ngaji dan do’a bersama ini bagian dari bentuk dukungan, serta merupakan representatif Ganjar-Mahfud yang agamis. Kegiatan tersebut, juga akan disusul di beberapa kota Saudi Arabia lainnya dan bersifat terbatas pula,” lanjutnya.

Faruq Salim, salah satu PMI di kota Jeddah, meminta kepada PMI agar mengajak keluarganya di Indonesia untuk mendukung Ganjar-Mahfud pada Pemilu 2024. Termasuk mengingatkan kepada rakyat Indonesia agar dalam memilih pemimpin, untuk melihat dari rekam jejak, pengalaman, dan prestasinya.

Sebagai PMI yang sudah berada puluhan tahun di Arab Saudi, Faruq Salim mengungkap rekam jejak ketiga kandidat yang berhubungan dengan pelayanan serta perlindungan WNI di luar negeri khususnya Pekerja Migran Indonesia.

Dihadapan PMI kota Jeddah, Faruq mengingatkan kejadian tahun 2009 dan 2010. Kala itu ribuan WNI dan PMI Overstayer terlantar di kolong jembatan Kandara distrik kota Jeddah.

“Tentu kita tahu bahwa tahun tersebut masa pemerintahan siapa dan pula siapa Menteri Tenaga Kerjanya,” jelasnya.

Begitu juga pembebasan salah satu PMI di Malaysia yaitu Wilfrida dari ancaman hukuman mati pada tahun 2010 diklaim oleh salah satu capres. Padahal Capres tersebut baru bergabung diujung saat kasus tersebut makin viral di tahun 2015. Sedangkan yang berjuang dari awal dari tahun 2010 yaitu Kemenlu RI, Migran Care, kader – kader PDI Perjuangan di DPR RI, dan pihak-pihak lainnya.

"Dari sini kita sudah bisa menilai,” kata Faruq Salim.

Disinilah bedanya prestasi Ganjar Pranowo dengan kandidat lainnya terhadap Pekerja Migran Indonesia.
Saat menjadi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyelamatkan 54 PMI yang disekap di Kamboja. Kasus 54 PMI tersebut terungkap berkat aplikasi online LaporGub yang dibangun Ganjar Pranowo saat menjadi Gubernur Jawa Tengah.

Dari awal hingga terbebas, kasus tersebut dikawal oleh Ganjar Pranowo, padahal 54 PMI tersebut hanya sebagian kecil yang berasal dari Jawa Tengah. Tapi karena mereka semua WNI, Ganjar Pranowo mengawal sangat serius agar PMI tersebut terbebas,” jelas Faruq.

Dihadapan PMI kota Makkah, Sadiri Sadimun pun mengutarakan perhatian Ganjar Pranowo terhadap PMI tidak diragukan lagi. Hal ini bisa dinilai dari saat beliau tiba di Arab Saudi untuk menunaikan ibadah Haji dan datang lagi untuk ibadah Umroh, hal yang pertama ditanya saat keluar dari Bandara Jeddah yaitu kondisi PMI di Arab Saudi. Beliau pun sangat serius saat menerima aspirasi dari PMI yang menyangkut pelayanan dan perlindungan.

Sadiri Sadimun pun mengatakan, hanya di era PDI Perjuangan dan kader PDI Perjuangan menjadi Presiden, tidak ada lagi kejadian WNI atau PMI 'Overstayer' yang terlantar di kolong Jembatan Kandara Distrik kota Jeddah.

Ditambah, janji-janji kampanye saat Pemilu 2014 dan 2019 ditepati semua seperti menghapus KTKLN, mengadakan repatriasi (pemulangan massal) WNI 'Overstayer' dan PMI Bermasalah di Arab Saudi, mengadakan program Pasporisasi bagi WNI 'Undocumented' dan "Overstayer', dan masih banyak lagi.

Jadi, yang layak meneruskan pemerintahan Presiden Joko Widodo yaitu Ganjar Pranowo. Selain karena keduanya kader PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo mempunyai program yang memperkuat atas pelayanan serta perlindungan PMI. Ditambah keberadaan Mahfud MD, yang dapat memberikan langkah untuk memperkuat payung hukum perlindungan terhadap PMI.

Kita optimis PMI di Arab Saudi dapat menyumbangkan suara untuk memenangkan Ganjar Mahfud sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI pada Pemilu tahun 2024. ( Timi)

 

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X