https://youtu.be/0fvoi7VI9pQ?si=uGcSanSdpYp3rkMT
SuaraPembaruan.News, LONDON - Nobar alias nonton bareng debat capres, ternyata bukan hanya marak dilakukan di Tanah Air, namun merambah jauh sampai ke benua Eropa juga.
Komunitas diaspora Indonesia yang menetap di Eropa ternyata sudah sering bikin nobar debat capres. Salah satu komunitas yang bikin nobar debat capres kelima pada Minggu 4 Februari 2024 adalah relawan 'UK for Ganjar-Mahfud', yang menggelar acara nobar di London, Inggris.
-
Indah Burret, relawan 'UK for Ganjar-Mahfud' yang menginisiasi acara nobar ini menyatakan puas dengan apa yang dipresentasikan oleh Ganjar Pranowo, calon presiden dengan nomor urut tiga. “Pak Ganjar paham tentang solusi untuk mencegah 'stunting', bukan dengan memberikan makan siang gratis, melainkan dengan asupan gizi dan vitamin yang cukup sejak dalam kandungan”, ujarnya.
Dr. Sylvia Jenkins, Ketua 'UK for Ganjar'Mahfud' yang juga seorang tenaga medis pun mengkonfirmasi hal ini lebih lanjut, “Makan siang gratis' tidak akan menyelesaikan isu 'stunting'. Biaya 'makan siang gratis' yang sangat besar itu akan menjadi penghamburan anggaran yang luar biasa, dibandingkan dengan manfaat nyata yang diperoleh. Salah satu dari *'21 Program Unggulan'* Ganjar-Mahfud adalah *'Satu Desa, Satu Faskes, Satu Nakes'*, yang mana program ini terkait dengan penyediaan faskes dan nakes di setiap desa, yang bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan masyarakat desa, termasuk pemenuhan kebutuhan ibu hamil. Program semacam ini yang lebih tepat guna untuk menurunkan kasus 'stunting' yang banyak terjadi di pedesaan”, terangnya.
Susan Younis, relawan lainnya yang juga ikut menyaksikan debat juga memberikan sorotan pada isu perlindungan Pekerja Migran Indonesia. “Apa yang ditawarkan Pak Ganjar yakni menyediakan 'hotline number' untuk pengaduan bagi Pekerja Migran yang memerlukan bantuan dan perlindungan, merupakan solusi jitu dengan akses yang mudah terjangkau”, katanya. “Lebih dari itu, Pak Ganjar juga memastikan akan ada intervensi tertinggi dari Pemerintah, apabila dibutuhkan untuk melindungi Pekerja Migran yang mengalami kesulitan di negara tempat kerjanya. Ini merupakan suatu komitmen tinggi yang dapat kita percayai, mengingat Pak Ganjar sendiri pernah terjun langsung untuk mengurus kasus Pekerja Migran”, tambahnya.
Acara nobar semacam ini tentunya juga menjadi ajang temu kangen sesama diaspora di negeri orang. Hidangan makanan khas nusantara yang disajikan, tentunya menjadi salah satu daya pikat utama bagi diaspora. Yang menarik adalah acara nobar ini juga dimeriahkan oleh perkumpulan rebana “Ladies Genit Ganjar-Mahfud Joss” dengan biduan Ibu Siti Khotijah yang menciptakan lagu khusus untuk Ganjar dan Mahfud, dan 'manggung' dalam suasana kekeluargaan.
Ditemui ditempat terpisah, Sakaria Wielgosz, Ketua 'Europe for Ganjar-Mahfud' menyatakan bahwa strategi jitu Ganjar melempar pertanyaan terkait pemberian Bansos.
Menurutnya, strategi Ganjar yang mengangkat isu Bansos ini bertujuan untuk membuka mata semua orang bahwa Bansos yang dibagikan oleh Pemerintah selama ini sesungguhnya adalah uang negara alias uang rakyat, dan akan tetap diberikan oleh Ganjar-Mahfud apabila nanti terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. "Jadi masyarakat jangan dibohongi dan terkecoh, jika ada pihak yang mengatakan dan mengarahkan warga harus memilih capres-cawapres tertentu agar Bansos tetap berlanjut", ujar Sakaria.
"Salah satu Program Unggulan Ganjar-Mahfud adalah 'Bansos pasti dan tepat sasaran', dikombinasikan dengan 'KTP Sakti' , maka tidak akan terjadi lagi penyelewengan Bansos dan mereka yang membutuhkan pasti akan menerimanya”, ujar Sakaria.
Sakaria berharap masyarakat Indonesia menganalisa dengan baik dan memilih calon yang tepat pada pemilu mendatang.
“Kita dapat menyaksikan pada seluruh ajang debat ini, siapa yang berbicara hanya sekedar janji dan konsep, yang hanya hapalan singkatan, dan siapa yang berbicara dengan data, serta memahami dan dapat menjelaskan secara terstruktur apa dan bagaimana solusi yang ditawarkan untuk mengatasi isu yang dibahas”, ujar Sakaria.
“Saya sungguh berharap masyarakat Indonesia memilih Ganjar-Mahfud yang memiliki rekam jejak, pengalaman, keahlian dan kemampuan untuk mengelola negara Indonesia. Jangan pertaruhkan masa depan bangsa kita, masa depan anak cucu dan cucit kita, dengan memilih calon pemimpin karbitan yang belum teruji kemampuannya”, tutupnya.(BL)