MUI Jateng Susun Naskah Khotbah Pemilu Damai

Photo Author
Administrator, Suara Pembaruan
- Sabtu, 3 Februari 2024 | 07:40 WIB

Salatiga, suarapembaruan.news  –  MUI Jateng menyusun naskah khotbah pemilu damai, untuk dibacakan serentak di seluruh masjid di Jateng yang jumlahnya sekitar 60 ribu.

"Naskah khotbah pemilu damai akan dibacakan para khotib pada Jumat terakhir sebelum coblosan, yaitu tanggal 9 Februari 2024," ungkap Ketua MUI Jateng KH Ahmad Darodji, dalam Halaqah Ulama bertema "Penguatan Kerukunan Umat Beragama Menuju Pemilu Damai 2024" di Hotel Laras Asri di Kota Salatiga pada Jumat (2/2) malam.

Kiai Darodji menyampaikan, pihaknya berkomitmen membantu mewujudkan pemilu damai di wilayahnya.

Untuk mendukung terciptanya pemilu damai di Jateng, MUI setidaknya sudah mengadakan 4 kali halaqoh. Pada halaqoh kelima yang akan datang, akan diikuti dengan penandatanganan deklarasi pemilu damai oleh para tokoh semua agama di Jateng.

Pada halaqoh pertama bertema pemilu adalah pesta bukan pepatah, kedua bertema menemukan pemimpin yang  baik, ketiga bertema janji pemilu adalah hutang, dan  keempat Kemenangan Pemilu adalah Kemenangan Bersama.

Dikatakan Daroji, hasil halaqoh itu sudah dibukukan dan didistribusikan ke banyak khalayak.

MUI Jateng pun digandeng oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah  untuk mengawal pemilu 2024 terlaksana secara damai.

"Peran ulama sangat besar dalam memberikan edukasi, memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan pengetahuan agama,” kata  Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana usai memberi sambutan dalam acara halaqah itu.

Nana mengatakan, ulama memiliki pengaruh kuat terhadap masyarakat. Seringkali masyarakat mengikuti  perkataan maupun sikap dari para ulama yang menjadi panutannya.

Oleh karena itu, seiring dengan semakin dekatnya penyelenggaraan pemilu 2024, Pemprov Jateng perlu menggandeng para ulama di tiap daerah untuk menciptakan pemilu secara  damai. Harapannya, para ulama ini bisa menyampaikan kepada masyarakat.

Sebab, pemilu bisa dilaksanakan kalau dalam situasi kondusif. Apabila kondisinya penuh konflik, pemilu tidak akan bisa berjalan dengan baik. Maka, peran ulama, tokoh agama, sangat dibutuhkan dalam menciptakan perdamaian.

"Kita harapkan aparatur TNI, Polri, MUI, untuk terus menggelorakan dan mengimbau kepada masyarakat, supaya melaksanakan pemilu damai dan tidak mudah diprovokasi," pungkas Nana. (SPnews/STH)

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

X