“Kenapa yang menggantinya diambil dari peserta yang namanya bahkan tidak masuk 10 besar,” ujar Alfarezal.
Ia menilai adanya peserta yang digeser tanpa alasan kuat menjadi hal yang patut dipertanyakan publik.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin, membantah tudingan diskriminasi maupun isu pergantian peserta secara sepihak.
Menurut Bustanul, seluruh proses seleksi berjalan sesuai prosedur dan dilakukan secara transparan serta objektif.
Ia menegaskan informasi yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan mekanisme seleksi sebenarnya. Bustanul juga menyebut belum pernah ada pengumuman resmi terkait tiga besar peserta sebelum hasil akhir diumumkan.
“Karena itu istilah pergantian peserta tidak tepat sebab sampai kemarin memang belum ada pengumuman resmi,” jelasnya.
Polemik ini kini terus menjadi perhatian publik Sulawesi Selatan, terutama terkait transparansi dan keadilan dalam proses seleksi Paskibraka yang membawa nama daerah ke tingkat nasional.