“Kenapa yang menggantinya diambil dari peserta yang namanya bahkan tidak masuk 10 besar,” ujar Alfarezal.
Ia menilai adanya peserta yang digeser tanpa alasan kuat menjadi hal yang patut dipertanyakan publik.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin, membantah tudingan diskriminasi maupun isu pergantian peserta secara sepihak.
Menurut Bustanul, seluruh proses seleksi berjalan sesuai prosedur dan dilakukan secara transparan serta objektif.
Ia menegaskan informasi yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan mekanisme seleksi sebenarnya. Bustanul juga menyebut belum pernah ada pengumuman resmi terkait tiga besar peserta sebelum hasil akhir diumumkan.
“Karena itu istilah pergantian peserta tidak tepat sebab sampai kemarin memang belum ada pengumuman resmi,” jelasnya.
Polemik ini kini terus menjadi perhatian publik Sulawesi Selatan, terutama terkait transparansi dan keadilan dalam proses seleksi Paskibraka yang membawa nama daerah ke tingkat nasional.
Artikel Terkait
Gubernur Malut Hadiahi Laptop dan Uang Saku untuk Paskibraka, Apresiasi atas Dedikasi dan Semangat Patriotisme
Viral, Paskibraka Padang Pariaman Tetap Khidmat di Tengah Hujan Deras dan Bendera Melilit Tiang
Seleksi Paskibraka 2026 Dimulai, 51 Pelajar Bengkulu Bersaing Menuju Tingkat Nasional
BPIP Buka Suara soal Polemik Paskibraka Sulsel, Bantah Ada Diskriminasi terhadap Cathlyn
Profil Cathlyn Yvaine Lesmana, Siswi Berprestasi yang Terseret Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel