politik-hankam

Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel 2026 Kian Memanas, DPRD Siap Bongkar Dugaan Permainan dan Diskriminasi

Jumat, 29 Mei 2026 | 22:01 WIB
Menyoroti fakta terkini terkait dugaan kasus diskriminasi yang dialami peserta seleksi Paskibraka Sulsel, Cathlyn Yvaine Lesmana. (TikTok.com/@friska_32)

 


Makassar, SUARA PEMBARUAN - Kontroversi seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan 2026 terus menjadi sorotan publik. Dugaan diskriminasi hingga permainan dalam proses seleksi kini memasuki babak baru setelah DPRD Sulsel turun tangan.

Kasus ini mencuat setelah seorang peserta asal Makassar, Cathlyn Yvaine Lesmana, disebut-sebut mengalami ketidakadilan dalam tahapan seleksi calon Paskibraka tingkat nasional.

Nama Cathlyn sebelumnya ramai diperbincangkan usai diduga masuk dalam jajaran tiga besar peserta terbaik. Namun belakangan, posisinya dikabarkan digantikan oleh peserta lain dari Kabupaten Jeneponto.

Isu tersebut kemudian memicu reaksi publik di media sosial, termasuk dugaan adanya diskriminasi dan rasisme dalam proses penilaian.

Menindaklanjuti polemik itu, Komisi A DPRD Sulsel menjadwalkan pemanggilan pihak Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulsel melalui agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Ketua Komisi A DPRD Sulsel, Andi Muhammad Anwar Purnomo, mengatakan rapat tersebut direncanakan digelar pada 2 Juli 2026 mendatang.

“Pemanggilan undangan RDP atas laporan dugaan pelanggaran penetapan hasil penjaringan tiga pasangan terbaik calon paskibraka untuk tahap verifikasi tingkat pusat,” ujar Andi di Makassar, Jumat (29/5/2026).

Anggota DPRD Sulsel, Andre Prasetyo Tanta, juga menyebut pemanggilan tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat terkait dugaan permainan dalam proses seleksi tingkat provinsi.

Menurut Andre, DPRD telah melakukan komunikasi internal, termasuk dengan Ketua DPRD Sulsel, guna memastikan persoalan tersebut dibahas secara terbuka.

Sebelumnya, Cathlyn yang merupakan siswi SMA Cerdas Bangsa sempat diumumkan melalui akun resmi DPPI Makassar sebagai salah satu kandidat yang akan bersaing menuju seleksi nasional di Istana Merdeka, Jakarta.

Selain Cathlyn, dua nama lain yang turut diumumkan yakni Meivylicha Putri Aurelia Kamal dari SMAN 3 Makassar dan Putri Maharani dari SMAN 2 Makassar.

Di sisi lain, pendamping Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kota Makassar, Alfarezal Suliano, mengaku telah melaporkan panitia seleksi ke DPRD Sulsel atas dugaan kejanggalan proses penilaian.

Menurut Alfarezal, Cathlyn sempat berada di posisi tiga besar namun kemudian namanya tergeser tanpa penjelasan yang jelas. Ia juga mempertanyakan adanya unsur penilaian bahasa daerah terhadap Cathlyn yang berasal dari etnis Tionghoa.

Halaman:

Tags

Terkini