Jakarta, SUARA PEMBARUAN – Anggota DPR nonaktif, Eko Hendro Purnomo atau yang lebih dikenal sebagai Eko Patrio, terlihat hadir di Polda Metro Jaya pada Sabtu dini hari, 13 September 2025. Kehadirannya untuk mengajukan penangguhan penahanan terhadap salah satu terduga pelaku penjarahan rumahnya.
Dalam keterangannya, Eko menyebut bahwa ia secara khusus meminta keringanan bagi seseorang bernama Rian, yang dinilainya berjasa menyelamatkan kucing peliharaannya saat kejadian.
Tak hanya soal kasus itu, Eko juga menyinggung soal kelanjutan karier politiknya setelah dinonaktifkan oleh Partai Amanat Nasional (PAN). Menurutnya, semua keputusan terkait masa depannya di politik telah ia serahkan sepenuhnya kepada partai.
“Saya sudah pasrahkan semuanya ke partai. Sekarang yang utama buat saya adalah lebih dekat dengan keluarga,” ungkap Eko.
Ia menegaskan akan mengikuti keputusan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, terkait statusnya. “Apakah saya masih jadi anggota dewan atau bagaimana, semuanya saya serahkan pada Ketum saya, Pak Zulkifli Hasan,” imbuhnya.
Eko menambahkan, untuk sementara ini ia ingin lebih banyak fokus pada kondisi keluarga, khususnya pemulihan psikologis anak-anak dan istrinya pasca peristiwa penjarahan. “Yang terpenting sekarang adalah memperbaiki kondisi psikologis keluarga saya,” katanya.
Meski rumahnya sempat dijarah oleh sejumlah oknum saat aksi demonstrasi akhir Agustus lalu, Eko mengaku sudah lebih ikhlas menghadapi cobaan tersebut.
Diketahui, Eko Patrio merupakan satu dari lima anggota DPR yang dinonaktifkan PAN buntut peristiwa demo Agustus 2025.