DPR Soroti Jejak Kerusakan Hulu di Balik Banjir Sumatera

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Selasa, 2 Desember 2025 | 15:30 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman singgung dugaan kerusakan alam di hulu dalam rentetan bencana di Sumatera. (Instagram/alexindralukmanofficial)
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman singgung dugaan kerusakan alam di hulu dalam rentetan bencana di Sumatera. (Instagram/alexindralukmanofficial)

 


Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, menegaskan bahwa banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera tidak hanya dipicu curah hujan ekstrem.

Ia menyebut kayu gelondongan yang terseret arus menjadi bukti adanya persoalan serius di kawasan hulu.

Usai agenda Komisi IV di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (1/12/2025), Alex menjelaskan bahwa kondisi di lapangan menunjukkan faktor-faktor lain turut memperburuk bencana.

“Hujannya memang ekstrem, tetapi material yang terbawa menandakan ada masalah di hulu, di lereng bukit,” ujarnya.


Untuk menindaklanjuti temuan tersebut, Komisi IV bakal memanggil Kementerian Kehutanan pada 4 Desember mendatang.

Rapat itu akan digunakan untuk meminta penjelasan sekaligus mengevaluasi kebijakan pengelolaan hutan yang berkaitan dengan meningkatnya risiko bencana.

Alex mengatakan sejumlah bahan evaluasi sudah disiapkan, termasuk kemungkinan penyusunan kebijakan baru.

Siklon Berpotensi Berulang


Alex juga mengingatkan bahwa siklon tropis—pemicu cuaca ekstrem—berpotensi muncul kembali pada tahun-tahun berikutnya.

Karena itu, menurutnya, mitigasi harus diperkuat, terutama di daerah rawan seperti perbukitan dan DAS. Kebijakan kehutanan yang lebih adaptif dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk mencegah bencana serupa terulang.


Meski evaluasi kebijakan akan dilakukan, Alex menegaskan bahwa fokus utama pemerintah tetap pada penanganan warga terdampak.

Ia mendorong percepatan distribusi logistik dan kebutuhan dasar, seraya memastikan koordinasi antarlembaga berjalan efektif. Pemerintah pusat dan daerah perlu bergerak serempak, baik dalam penanganan darurat maupun perbaikan tata kelola lingkungan.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X