Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Zulkifli Hasan akhirnya menanggapi isu yang viral di media sosial yang menuduh dirinya bertanggung jawab atas banjir dan longsor di Sumatera.
Tuduhan itu mengaitkan Zulhas dengan kebijakan pembukaan lahan saat ia menjabat Menteri Kehutanan periode 2009–2014.
Menko Pangan itu menepis keras anggapan tersebut. Dalam podcast bersama Denny Sumargo, ia mengatakan bahwa klaim tersebut berlebihan.
“Kalau Indonesia rusak karena saya, saya tersanjung. Masa kekuasaan saya sebesar itu?” ujarnya sambil menyindir.
Zulhas lalu menjelaskan bahwa pembukaan lahan dilakukan untuk kebutuhan nasional, seperti pangan dan komoditas strategis.
Ia bahkan sempat mendapatkan saran dari temannya agar “membiarkan hutan diurus alam,” namun menurutnya kebutuhan manusia membuat pengelolaan ruang menjadi pilihan yang harus diambil.
Ia menyinggung kritik negara-negara Barat terhadap komoditas Indonesia, terutama sawit, yang menurutnya sarat kepentingan.
Regulasi seperti EU Deforestation dianggapnya sebagai bentuk persaingan dagang yang membatasi produk Indonesia.
Terkait pengelolaan hutan di Papua, Zulhas menyebut tata ruang memang perlu diatur agar pembangunan merata.
Ia menegaskan ada kawasan hutan yang memang boleh dikelola, seperti Areal Penggunaan Lain (APL), sementara kawasan lindung seperti Taman Nasional Tesso Nilo harus dijaga.
Diakuinya, kasus Tesso Nilo adalah salah satu hal yang paling ia sesalkan karena tidak bisa ditangani lebih cepat.
Zulhas menutup dengan mengatakan bahwa penegakan hukum kehutanan melibatkan banyak pihak, sehingga persoalannya kompleks.
Ia juga menyebut pada masa-masa awal reformasi, Indonesia masih mengalami “surplus demokrasi” yang turut mempengaruhi dinamika pengelolaan hutan.
Artikel Terkait
Hutan Mangrove Jatim 30.839,3 Hektare, Terluas di Pulau Jawa
Menuju Bengkulu Hijau, Gubernur Helmi Hasan Dukung UMB Kelola Kawasan Hutan Tujuan Khusus
Mall 23 Semarang Hadir dengan Konsep Hutan Tropis, Siap Jadi Ikon Baru 2026
Hutan Dirampok Untuk Sawit Ilegal, Warga Mukomuko Diteror Krisis Air, Gajah dan Harimau Sumatera
Dedi Mulyadi Siapkan Moratorium Penebangan Hutan: “Menebang Seribu Pohon, Hilang Seribu Manfaat”