Semarang, SUARA PEMBARUAN - Operasi Patuh Candi 2025 resmi dimulai pada 14 Juli dan akan berlangsung hingga 27 Juli mendatang, dengan mengusung tema “Tertib Berlalu Lintas Demi Terwujudnya Indonesia Emas.” Apel gelar pasukan digelar sebagai bentuk kesiapan dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah hukum Polda Jawa Tengah.
Kapolda Jawa Tengah menyampaikan bahwa permasalahan lalu lintas saat ini semakin kompleks, seiring meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan pertumbuhan penduduk yang berdampak pada kebutuhan mobilitas.
Oleh karena itu, diperlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kampanye keselamatan dan ketertiban lalu lintas. Koordinasi lintas instansi pun dinilai masih perlu diperkuat.
"Berdasarkan data semester I 2025, terjadi penurunan pelanggaran lalu lintas sebesar 25% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah tilang menurun dari 144.499 menjadi 94.226, sementara teguran turun dari 202.968 menjadi 188.703 atau sekitar 88%," ujar Kapolda Jateng, dalam sambutan yang dibacakan Direktur Lalu Lintas Polda Jateng, Kombes Pol Pratama Adhyasastra, Senin (14/7/2025).
Operasi Patuh Candi 2025 akan melibatkan 2.480 personel gabungan, terdiri dari 240 personel Polda Jateng dan 2.240 dari Polres jajaran. Operasi ini menyasar segala potensi gangguan lalu lintas yang dapat menimbulkan kemacetan, pelanggaran, maupun kecelakaan, baik sebelum, saat, maupun setelah operasi berlangsung.
Operasi dilakukan dengan pendekatan represif yang berbasis penegakan hukum, didukung tindakan edukatif, persuasif, dan humanis. Penindakan akan dilakukan secara manual maupun melalui sistem tilang elektronik (ETLE), dengan tujuan utama menurunkan angka pelanggaran dan fatalitas kecelakaan, serta meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas.
Tiga arahan penting ditekankan dalam pelaksanaan operasi ini, yakni Pertama, Deteksi dini terhadap titik rawan pelanggaran, kemacetan, dan kecelakaan. Kedua, Penyuluhan masyarakat melalui media sosial dan pendekatan edukatif yang humanis, dan Ketiga, Peningkatan kesadaran berlalu lintas dan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan media.
Kapolda juga mengingatkan seluruh jajaran agar menghindari tindakan yang kontraproduktif dan menjaga citra Polri dengan penegakan hukum yang humanis. Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh personel melaksanakan tugas dengan semangat dan penuh tanggung jawab dalam Operasi Patuh Candi 2025.*
Artikel Terkait
Pantau Lalu Lintas Arus Balik Lebaran Lewat Udara, Mbak Ita: Siapkan e-Tol
Gelar SNC, Pemkot Semarang Lakukan Pengalihan Arus Lalu Lintas di Jalan Pemuda dan Jalan Pandanaran
Ada HUT Bhayangkara, Arus Lalu Lintas di Jalan Pemuda Dialihkan
Kawasan Mijen Sering Macet Parah, Ini Rekayasa Pemkot Semarang Urai Kepadatan Lalu Lintas
Karnaval Paskah 2025 Warnai Semarang, Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan Jumat Sore