Retret Kepala Daerah di IPDN: Pita Merah dan Kuning Tandai Peserta dengan Kondisi Medis Khusus

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Senin, 23 Juni 2025 | 11:40 WIB
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya dalam acara retret Kepala Daerah di IPDN. (Instagram/bimaaryasugiarto)
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya dalam acara retret Kepala Daerah di IPDN. (Instagram/bimaaryasugiarto)

 


Sumedang, SUARA PEMBARUAN - Suasana Retret Gelombang II bagi sepuluh kepala daerah di Kampus IPDN Jatinangor, Jawa Barat, tampak berbeda dengan kehadiran penanda medis berupa pita merah dan kuning yang melingkar di lengan sebagian peserta.

Dalam kegiatan yang bertujuan memperkuat kepemimpinan ini, aspek kesehatan mendapat perhatian serius dari penyelenggara.

Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, menjelaskan bahwa pita-pita tersebut berfungsi sebagai penanda tingkat kewaspadaan medis.

“Ada lima peserta yang mengenakan pita merah, dan lima lainnya memakai pita kuning. Selebihnya dalam kondisi sehat,” ujarnya kepada media, Senin, 23 Juni 2025.

Menurut Bima, peserta yang mengenakan pita merah adalah mereka yang harus berada dalam pengawasan medis intensif, misalnya karena baru menjalani operasi besar atau memiliki penyakit jantung.

Sedangkan pita kuning menunjukkan peserta yang memerlukan pemantauan ringan hingga sedang, seperti penderita anemia atau cedera lutut.

“Beberapa peserta kami awasi secara khusus. Ada yang kadar hemoglobinnya rendah, ada yang cedera lutut, dan ada pula yang baru saja menjalani operasi,” ungkapnya.

Meski memiliki kondisi medis tertentu, seluruh peserta tetap dapat mengikuti agenda retret.

Namun, kegiatan mereka disesuaikan dengan kondisi masing-masing dan diawasi ketat oleh tim medis serta panitia pelaksana.*

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X