Langgar Etika Jabatan, Bupati Indramayu Wajib Magang di Kemendagri dan Gunakan Transportasi Umum

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Rabu, 23 April 2025 | 14:13 WIB
Potret Artis sekaligus Bupati Indramayu, Lucky Hakim. (Instagram.com/@luckyhakimofficial)
Potret Artis sekaligus Bupati Indramayu, Lucky Hakim. (Instagram.com/@luckyhakimofficial)

Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Akibat pelanggaran etika jabatan berupa perjalanan ke Jepang tanpa izin saat libur Lebaran 2025, Bupati Indramayu Lucky Hakim dijatuhi sanksi oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).Baca Juga: Paula Verhoeven Ungkap Kekecewaan dan Kepedihan Usai Putusan Cerai: Saya Sudah Lelah Membela Diri!

Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, menjelaskan bahwa Lucky akan mengikuti program magang selama tiga bulan di Kemendagri sebagai bentuk pendalaman tata kelola pemerintahan. Tak hanya itu, Lucky juga diwajibkan menggunakan transportasi umum selama masa pembinaan tersebut.Baca Juga: Paula Verhoeven Klarifikasi Hubungannya dengan Pria yang Dituding Jadi Orang Ketiga: Dia Justru Jadi Penengah Saat Saya dan Baim Bertengkar

“Pak Bupati kami minta untuk menekan biaya dinas. Jadi tidak perlu bermalam di Jakarta dan bisa menggunakan kereta atau angkutan umum lainnya,” kata Bima Arya kepada media di Jakarta, Selasa, 22 April 2025.

Bima menyarankan agar Lucky berangkat dari Indramayu pada dini hari dan kembali ke rumah pada malam hari demi efisiensi anggaran.Baca Juga: Direktur Pemberitaan Jak TV Diduga Terima Rp487 Juta Tanpa Kontrak di Kasus Dugaan Perintangan Penyidikan

“Berangkat subuh dari Indramayu, pulang malam. Itu bagian dari pembelajaran dan tanggung jawab moral,” ujar Bima.

Sebagai informasi, jarak dari Indramayu ke Jakarta sekitar 207 kilometer, dengan waktu tempuh sekitar 3-4 jam. Moda transportasi umum seperti kereta api dinilai sebagai opsi yang lebih cepat dan hemat.Baca Juga: Unity Sports Center Semarang Diresmikan, Hadir Sebagai Pusat Olahraga Moderen dan Terlengkap

Meski begitu, keputusan teknis terkait pelaksanaan magang diserahkan sepenuhnya kepada Lucky Hakim, selama tetap berpegang pada prinsip efisiensi yang telah ditetapkan.

“Pilihan teknis kami serahkan kepada Pak Bupati, selama mengikuti nilai-nilai efisiensi dan tanggung jawab publik,” pungkas Bima.*

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X