Bengkulu, SUARAPEMBARUAN-Meski pemerintah melakukan efisiensi dalam segala hal, tapi anggota DPRD Kota Bengkulu tetap semangat melaksanakan reses untuk menyerap berbagai aspirasi masyarakat di wilayah daerah pemilihan (dapil) anggota legislatif bersangkutan.
Anggota DPRD Kota Bengkulu dapil II Kecamatan Singaranpati dan Gading Cempaka, Riuslan, Senin (21/4/2025) menggelar reses di Taman Mangrove Badrika dihadiri sekitar 100 orang masyarakat dari berbagai elemen yang berasal dari Kecamatan Singaranpati dan Gading Cempaka.
Anggota Komisi I DPRD Kota Bengkulu, Riuslan mengawali sambutannya mengatakan, dirinya sudah dua kali menggelar reses di Taman Mangrove Badrikan. Reses pertama pada akhir tahun 2024 lalu.
Sedangkan reses kedua dilaksanakan saat ini. "Saya mengucapkan terima kasus kepada seluruh peserta reses yang menyempatkan hadir pada acara tersebut. "Anggota DPRD Kota Bengkulu meski pemerintah tengah melakukan efisiensi anggaran, tapi DPRD tetap melaksanakan reses untuk menampung aspirasi masyarakat dari daerah pemilihan," ujarnya.
Semua aspirasi masyarakat dapil II Kecamatan Singaranpati dan Gading Cempaka, akan dicatat dan dibahas dengan bersama pihak eksektif untuk direalisasikan. Bahkan, usukan masyarakat ketika reses pertama tahun 2024 lalu, sudah ada yang masuk dalam program perencana pemerintah untuk direalisasikan tahun ini.
Namun, sekali lagi usulan tersebut belum dapat dipastikan apakah dilaksanakan atau tidak pada tahun 2025 mengingat pemerintah tengah melakukan efisensi anggaran, sehingga kegiatan pembangunan di Kota Bengkulu tidak dapat dilaksanakan secara optimal, akibat anggaran terbatas.
Baca Juga: Satpol PP Mulai Tertibkan Bangunan Liar di Kawasan Pantai Panjang Kota Bengkulu
Meski demikian, kata anggota Komisi I DPRD Kota Bengkulu ini, pihaknya tetap mengawal usulan hasil reses tahun 2024 lalu, yang sudah masuk dalam program pembangunan Pemkot Bengkulu. Demikian pula usulan yang disampaikan masyarakat pada reses saat ini akan dicatat dan dibahas bersama pemerintah.
Dalam reses tersebut, sebagian besar peserta mengusulkan perbaikan siring di wilayah tempat mereka tinggal, karena sudah rusak dan tidak berfungsi lagi. Akibatnyam jika hujan lebat berlangsung lama terjadi banjir.
"Sejak beberapa tahun ini siring di sekitar tempat kami tinggal rusak berat, sehingga tidak berfungsi baik. Akibatnya, jika hujan selalu banjir. Usulan siring rusak ini sudah berkali-kali kami sampaikan, tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda akan diperbaiki Pemkot Bengkulu," kata salah seorang peserta reses.
Baca Juga: Curah Hujan Tinggi, Dinkes Minta Warga Kota Bengkulu Waspadai Penyakit DBD
Selain masalah siring rusak, warga juga minta kepada Pemkot Bengkulu untuk menertibkan parkir di beberapa titik di Kota Bengkulu, karena lokasi parkir kebanyakan sudah berada di badan jalan. Akibatnya, jalan jadi sempit dan terjadilah kemacetan.
Celakanya lagi,katanya lokasi parkir diisi oleh lapak pedagang, seperti di Jalan Semangka dan Jalan Salak, serta Jalan Belimbang. Akibatnya, arus lalu lintas kendaraan roda dan empat setiap hari mengalami kemacetan di daerah ini, terutama pada pagi dan sore hari.