Kasus ini turut menuai beragam reaksi dari warganet. Banyak yang mengecam tindakan mengejek penyandang disabilitas dan mengingatkan pentingnya menghormati setiap orang tanpa memandang kondisi fisik maupun mental.
"Boleh bercanda, tapi jangan dengan kondisi fisik seseorang. Semoga jadi pelajaran buat kita semua," tulis salah satu warganet.
Komentar lain juga menyoroti karyawan lain yang terlihat ikut tertawa dalam video.
"Mereka yang ikut ketawa juga termasuk pembully," tulis pengguna media sosial lainnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai apakah insiden tersebut berlanjut ke proses hukum. Namun, kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya membangun lingkungan yang inklusif dan menghormati hak serta martabat penyandang disabilitas.
Artikel Terkait
Wagub Mian : Penyandang Disabilitas di Bengkulu Perlu Perhatian Mencapai 7.200 Keluarga
OJK Tingkatkan Literasi, Inkluasi Keuangan dan Perlindungan Konsumen Bagi Penyandang Disabilitas
Pertamina Patra Niaga Sulawesi Tebar Kepedulian, Santuni Anak Yatim dan Disabilitas di Bitung
Siham Buktikan Disabilitas Bukan Halangan Kuliah
UNDIP Bikin UTBK 2026 Lebih Ramah Disabilitas, Akses Setara Jadi Prioritas