pendidikan

Menikmati Keunikan dan Sejarah Kota Makkah Arab Saudi

Kamis, 19 September 2024 | 14:21 WIB
Pemandangan Indah Kota Makkah.[ SUARAPEMBARUAN.NES [ FOTO: Saudia Air ]

Kota ini merupakan lembah kering, dikelilingi pegunungan karang yang tandus dengan bangunan Ka'bah sebagai pusatnya. Dengan demikian, pada masa dahulu kota ini rawan banjir bila musim hujan sebelum akhirnya pemerintah Arab Saudi memperbaiki kota ini dan merenovasi kota ini. Seperti pada umumnya kota-kota di wilayah Arab Saudi, kota ini beriklim gurun.

Panjang lembah barat ke timur sekitar 3 km, sedangkan panjang lembah utara ke selatan sekitar 1,5 km. Kota ini dikelilingi oleh beberapa gunung, diantaranya Gunung Abu Qubais pada bagian timur, Gunung Abi Badidah (Kudai) dan Gunung Khundamah pada bagian selatan, Gunung Al Falj, Gunung Qaiqa'an, Gunung Hindi, Gunung Lu'lu dan Gunung Kada (gunung tertinggi) pada bagian utara.

Baca Juga: Muslim RI Diincar untuk Siap Menikmati Wisata Halal Dunia

Pada zaman dahulu hanya ada tiga jalan yang bisa dilalui untuk masuk Makkah, yaitu celah utara di kaki Gunung Al Falh, celah barat menuju Laut Merah dan celah selatan menuju Yaman

Sejarah Makah menjadi pelajaran penting bagi setiap umat Islam, sebab kota ini terdapat bangunan Ka’bah yang menjadi kiblat utama umat Islam di seluruh dunia ketika melakukan salah 5 waktu dan salat sunah lainnya.

Makah merupakan salah satu kota suci Islam dan ibukota Provinsi Makah, Arab Saudi. Kota Makah ini memiliki Masjidil Haram yang menjadi rumah bagi Ka’bah. Makah adalah kota kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Selain itu, kota yang dijuluki sebagai kota tersuci di dunia ini juga menjadi lokasi yang umat Islam percaya bahwa al-Qur'an pertama kali diturunkan kepada Muhammad. Kota Makah sendiri memiliki sejarah panjang yang erat kaitannya dengan ajaran Islam. Untuk itu, anda perlu mengetahui sejarah dan asal usul Makah

Sejarah berdirinya Makah tak lepas dari peran Nabi Ismail dan Hajar sebagai penduduk pertama kota ini yang ditempatkan oleh Nabi Ibrahim atas perintah Allah SWT. Dalam perkembangannya, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismaillah yang membuat Ka’bah.

Awalnya, Makah merupakan kota kecil yang tandus dan dikelilingi pegunungan. Kemudian banyak orang yang datang dan menetap di kosa kecil tersebut, salah satunya orang-orang Jurhum. Pada waktu itu, Nabi Ismail lantas menikah dengan putri Muzaz bin Amr (seorang tokoh dari kabilah Jurhum). Keturunan Nabi Ismail dari pernikahan ini kemudian berkembang menjadi penduduk Makah.

Baca Juga: Paksakan Diri dan Tekun Menjalankan Perkara Ibadah Syariat Islam

Pada masa berikutnya kota ini dipimpin oleh Quraisy yang merupakan kabilah atau suku yang utama di Jazirah Arab karena memiliki hak pemeliharaan terhadap Ka'bah. Suku ini terkenal dalam bidang perdagangan bahkan pada masa itu aktivitas dagang mereka dikenal hingga Damaskus, Palestina, dan Afrika.

Tokoh sebagai kepala kabilah Quraisy adalah Qussai yang dilanjutkan oleh Abdul Muthalib. Pada saat itu, Makah tidak berbentuk kerajaan, melainkan hanya sebagai tempat tinggal suku Quraisy. Pada musim panas, suku Quraisy biasa pindah ke Syam, sedangkan pada musim dingin pindah ke Yaman. Meskipun demikian, sudah ada pembagian jabatan di Makah. Berikut ini jabatan yang telah memiliki tugas di Makah, yakni:

Hijabah (pemegang kunci pintu Ka'bah)
Siqaayah (pengawas mata air zam-zam)
Rifaadah (penyedia makanan bagi tamu Makkah)
Liwaa' (pengatur panji perang)
Qiyaadah (pemimpin pasukan perang)

Kemudian pada tahun 571, Nabi Muhammad SAW keturunan langsung dari Nabi Ismail serta Qussai, lahir di kota ini dan tumbuh dewasa. Pertama kali menerima wahyu dari Allah SWT namun ajarannya ditolak kaumnya yang saat itu masih berada dalam kegelapan pemikiran (Jahiliah) sehingga berpindah ke Madinah.

Baca Juga: Majukan Syiar Islam, Herman Deru Resmikan Masjid Al Hijrah di Bukit Baru

Halaman:

Tags

Terkini