Menikmati Keunikan dan Sejarah Kota Makkah Arab Saudi

Photo Author
Bangun P Lubis, Suara Pembaruan
- Kamis, 19 September 2024 | 14:21 WIB
Pemandangan Indah Kota Makkah.[ SUARAPEMBARUAN.NES [ FOTO: Saudia Air ]
Pemandangan Indah Kota Makkah.[ SUARAPEMBARUAN.NES [ FOTO: Saudia Air ]

Setelah Madinah berkembang, akhirnya Nabi Muhammad SAW kembali lagi ke Makah dalam misi membebaskan kota Makah tanpa pertumpahan darah yang dikenal dengan (Fathul Makah) pada tahun 630 (8 Hijriyah).

Pada masa selanjutnya Makah berada di bawah administrasi Khulafaur Rasyidin. Pada masa ini, Makah tidak dijadikan pusat pemerintahan. Sebab pusat pemerintahan Khulafaur Rasyidin tetap berada di Madinah.

Setelahnya, Makah berada di bawah administrasi para Khalifah yang saat itu berkuasa di Damaskus (Dinasti Ummayyah), Bagdad (Dinasti Abbasiyah), dan Istanbul (Usmaniah).

Wikipedia menulis, setelah hancurnya sistem kekhalifahan, kota ini dikuasai oleh Syarif Makkah yang ikut melawan pemerintah Usmaniah dan tak selang beberapa lama berhasil direbut serta disatukan dalam pemerintahan Arab Saudi oleh Abdul Aziz bin Saud yang kemudian menjadi pelayan bagi kedua kota suci Islam, yakni Makah dan Madinah.

Tentu kita akan berkunjung ke sana, untuk berhaji dan juga umrah. Kita berniat dan berdoa sehingga Allah memanggil kita semua untuk bisa melaksanakan ibadah yang sangat mulia. Labbaik Allohumma Labbaik, Labbaikkalasyarikalaka labbaik. Innal hamda wanikmata walakalmulk lasyaruikalaka.(Bang)

 

 

 

Halaman:

Editor: Bangun P Lubis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X