Setelah Madinah berkembang, akhirnya Nabi Muhammad SAW kembali lagi ke Makah dalam misi membebaskan kota Makah tanpa pertumpahan darah yang dikenal dengan (Fathul Makah) pada tahun 630 (8 Hijriyah).
Pada masa selanjutnya Makah berada di bawah administrasi Khulafaur Rasyidin. Pada masa ini, Makah tidak dijadikan pusat pemerintahan. Sebab pusat pemerintahan Khulafaur Rasyidin tetap berada di Madinah.
Setelahnya, Makah berada di bawah administrasi para Khalifah yang saat itu berkuasa di Damaskus (Dinasti Ummayyah), Bagdad (Dinasti Abbasiyah), dan Istanbul (Usmaniah).
Wikipedia menulis, setelah hancurnya sistem kekhalifahan, kota ini dikuasai oleh Syarif Makkah yang ikut melawan pemerintah Usmaniah dan tak selang beberapa lama berhasil direbut serta disatukan dalam pemerintahan Arab Saudi oleh Abdul Aziz bin Saud yang kemudian menjadi pelayan bagi kedua kota suci Islam, yakni Makah dan Madinah.
Tentu kita akan berkunjung ke sana, untuk berhaji dan juga umrah. Kita berniat dan berdoa sehingga Allah memanggil kita semua untuk bisa melaksanakan ibadah yang sangat mulia. Labbaik Allohumma Labbaik, Labbaikkalasyarikalaka labbaik. Innal hamda wanikmata walakalmulk lasyaruikalaka.(Bang)
Artikel Terkait
1 Abad NU - Pemikiran Pendidikan Islam Hasyim Asy’ari dan Tradisionalisme
Mahasiswa UIII Harus Wujudkan Islam yang Damai
Ribuan Umat Islam Shalat Gaib untuk Palestina di Istiqlal
Indonesia Mayoritas Islam tapi Pengusaha Muslimnya Terendah
Pemprov Bengkulu Jalin Kerja Sama dengan Universitas Islam Riau
JK : Jadikan Negara Asia Tenggara Pusat Pendidikan Tinggi Islam
Adab Bekerja Bagi Seorang Islam
Jusuf Kalla Bertemu Wakil Grand Syaikh Al-Azhar, Bahas Kerja Sama Pendidikan Islam
Bazma Pertamina Patra Niaga JBT Berbagi di Momen Tahun Baru Islam, Santuni Puluhan Anak Yatim di Semarang
Dari Forum WCIT 2024 : Jusuf Kalla Ajak Mengakhiri Konflik di Negara-negara Islam