“Tujuan diberikannya pelatihan dan pemberian buku saku panduan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi apartur desa dalam memberikan pelayanan publik yang prima serta untuk menjalankan tata kelola pemerintahan desa yang baik. Pelatihan ini mempunyai sasaran utama yaitu para aparatur Desa Sindukarto,” ujar Shabhi.
Baca Juga: Transaksi Barang dan Jasa Melalui Blangkon Jateng Capai Rp263,9 Miliar
Di dalam buku tersebut terdapat berbagai materi pelatihan aparatur desa seperti Kepemimpinan Dan Manajemen Desa (sub bab konsep dan kepemimpinan visoner, prosedur, proses serta teknik dalam pengambilan keputusan penyusunan perencanaan desa).
Ada pula Pelayanan Publik (sub bab konsep dan prinsip pelayanan publik prima, komunikasi dan teknik pengelolaan pengaduan masyarakat); Keterampilan Teknis (sub bab pemanfaatan teknolonogi e-gov dalam pelayanan publik di desa, sistem dan pentingnya pengelolaan keunagan desa yang transparan dan akuntabel).
Bagian terakhir adalah Pengembangan Kapasitas Diri (sub bab nilai yang harus dianut serta pencegahan korupsi di desa).
Baca Juga: Pemkot Semarang Dorong FKUB Jadikan Semarang Peringkat Tertinggi Kota Toleran di Harmony Award
Kades Erianto mengapresiasi pelatihan tersebut.
“Melalui pelatihan ini, diharapkan aparatur desa dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik, menjalankan tata kelola pemerintahan desa yang baik dan transparan, memberdayakan masyarakat desa, dan mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera,” ujarnya.*