Pemkot Semarang Dorong FKUB Jadikan Semarang Peringkat Tertinggi Kota Toleran di Harmony Award

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Jumat, 9 Agustus 2024 | 12:43 WIB
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat menghadiri Rapat Koordinasi dengan Organisasi Keagamaan dan Ormas se-Kota Semarang.
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat menghadiri Rapat Koordinasi dengan Organisasi Keagamaan dan Ormas se-Kota Semarang.

 

 

Semarang, suarapembaruan.news - Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang terus mendorong Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk lebih semangat dalam meraih peringkat tertinggi di ajang Harmony Award yang digelar Kementerian Agama Republik Indonesia.

Hal ini disampaikan Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat menghadiri Rapat Koordinasi dengan Organisasi Keagamaan dan Ormas se-Kota Semarang.

Baca Juga: Raih UHC Award 2024, Gubernur Rohidin Pastikan Masyarakat Bengkulu Terlayani BPJS Kesehatan Gratis

"Hari ini ada Rakor bersama FKUB dan Ormas Keagamaan se-Kota Semarang. Jadi dari berbagai agama semua hadir komplit lengkap dan dihadiri juga oleh Direktur Setara Institut. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Semarang mendorong FKUB agar lebih semangat menjadikan kota Semarang meraih Harmony Award peringkat terbaik," ujar Mbak Ita, sapaan akrabnya, baru-baru ini, di Hotel Grasia Semarang.

Baca Juga: Rentan Gratifikasi, Pelaku Usaha Diajari Cegah Praktik Korupsi

Harmony Award merupakan penghargaan kepada Pemerintah Daerah dan FKUB sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi dan kontribusi mereka dalam merawat dan menguatkan kerukunan umat beragama di Indonesia.

Menurut Mbak Ita, sejak tahun 2022, Kota Semarang terus melakukan peningkatan peringkat sebagai kota toleran di Indonesia.

"Alhamdulillah, sejak tahun 2022 ini semakin naik peringkatnya. Di 2022, Kota Semarang masih peringkat 10 besar, kemudian kami dorong, dan di 2023 naik ke peringkat 7," kata dia.

Baca Juga: Presiden : Pabrik Anoda Baterai Litium di KEK Kendal Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik

Selanjutnya, imbuh Mbak Ita, pada tahun 2024 Kota Semarang masuk dalam lima besar kota toleran di Indonesia dan meraih anugerah Harmony Award.

"Saya menyampaikan kepada teman-teman FKUB dan organisasi keagamaan juga agar jangan berpuas diri. Sehingga prestasi ini bisa ditingkatkan lagi, tidak hanya berpuas diri di lima besar tapi bisa naik dan naik lagi. Harapannya bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat kota Semarang," terangnya.

Baca Juga: Bangkitkan Semangat UMKM Anak Muda, Pemprov Apresiasi Bengkulu Visual Coffee Day

Di hadapan Direktur Institut Setara, Mbak Ita bahkan meminta masukan dan saran terkait kekurangan kota Semarang yang bisa dievaluasi ke depan dalam penilaian Harmony Award.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kajati Resmikan Kantor Kajari Bengkulu Tengah

Kamis, 23 Januari 2025 | 17:20 WIB
X