"Tadi dengan Direktur Institut Setara, kami tanyakan apa saja sih yang masih menjadi kekurangan-kekurangan. Padahal dari FKUB, organisasi keagamaan, organisasi masyarakat, dan masyarakatnya dinilai sudah saling toleran. Tetapi mungkin ada hal-hal lain seperti pencatatan, dokumentasi yang masih kurang," kata dia.
Kekurangan tersebut, lanjut dia, akan dibedah dan menjadi PR (Pekerjaan Rumah) bagi Pemerintah Kota Semarang bersama FKUB untuk segera memperbaiki.
Baca Juga: Jateng Gencar Lakukan Sweeping, Kejar Imunisasi Lengkap untuk Balita
"Evaluasi ini bisa menjadi langkah-langkah percepatan untuk kota Semarang bisa menjadi yang terbaik untuk Harmony Award di tahun depan," paparnya.*
Artikel Terkait
FKUB Komponen Penting Jaga Harmonisasi Umat Beragama
Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama Syarat Mutlak Stabilitas Nasional
FKUB Jateng Akui Pemkot Semarang Intens Merawat Toleransi Antarumat Beragama dan Antaretnis
Sejumlah Tokoh Agama Ajukan Keberatan Soal Pembentukan FKUB Jateng yang Dinilai Bermasalah
Meriahkan Festival Lampion Waisak 2024, Sekda Jateng: Menunjukkan Toleransi dan Kerukunan Antarumat Beragama
Kukuhkan Pengurus FKUB, Nana Sudjana Minta Terus Jaga Iklim Kondusif dan Damai