Dalam klarifikasi yang disampaikan sebelumnya, Rifaldy Fajar mengakui bahwa konferensi tersebut hanya dihadiri oleh Prihantini. Ia juga mengakui adanya pencantuman nama sejumlah universitas tanpa izin dalam beberapa dokumen yang dipersoalkan.
Hingga kini, polemik tersebut masih menjadi perhatian komunitas akademik karena menyangkut integritas penelitian, etika publikasi ilmiah, serta perlindungan identitas para peneliti yang namanya tercantum dalam karya akademik tanpa persetujuan.